Frekuensi Berhubungan Seks yang Normal

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berapa kali suami istri idealnya melakukan hubungan seksual dalam satu minggu? Terkait hal ini, tidak ada aturan baku yang mengharuskan suami istri untuk melakukan hubungan seksual dalam satu minggu. Pasalnya sebuah hubungan seksual amat tergantung pada mood atau perasaan hati masing-masing pasangan.

Hubungan seks suami istri memang sebaiknya bersifat spontan, artinya tidak perlu diembel-embeli segala macam peraturan atau jadwal ketat. Hubungan seksual bila harus terjadwal kekhawatirannya justru dianggap sebagai bentuk pemaksaan, sehingga tidak mencapai puncak kenikmatan.

Frekuensi hubungan seks yang disarankan dalam seminggu

Meski tidak ada aturan baku, namun banyak pakar seksual yang menyarankan suami istri untuk melakukan hubungan intim secara teratur 1 hingga 4 kali dalam seminggu. Hal tersebut dengan pertimbangan sesuai ritme tubuh atau kondisi psikologis suami maupun istri.

Seperti yang diketahui jika produksi sperma yang dihasilkan buah zakar, bisa dikatakan telah memenuhi batas penampungan dalam waktu tiga hari. Hubungan seksual jika mengikuti ritme tersebut, dirasa cukup baik. Terlebih produksi sperma ini memang harus dikeluarkan dengan teratur, sesuai waktu alamiah tersebut.

Berhubungan seksual 1 hingga 4 kali dalam seminggu juga memberikan kesempatan untuk beristirahat bagi organ tubuh wanita maupun pria. Meskipun sebenarnya, seberapa sering suami istri melakukan hubungan seks tidak akan merusak organ intim kedua belah pihak. Dengan catatan hubungan seks tersebut dilakukan masih dalam batas kewajaran.

Alat kelamin wanita ataupun pria diciptakan dengan sempurna guna beradaptasi terhadap kondisi tertentu. Itu artinya penis dapat beradaptasi dengan segala ukuran vagina, sebaliknya vagina juga dapat beradaptasi dengan segala ukuran penis. Ditambah lagi cairan pelumas yang keluar secara alami, sangat bermanfaat guna menghindari lecet ketika penetrasi.

Suami istri tidak perlu membuat jadwal, tapi mengatur strategi

Adanya aturan khusus mengenai jadwal berhubungan seksual, tentu saja memiliki dampak bagi suami istri. Frekuensi berhubungan seks yang minim misalnya, bisa saja memancing salah satu pasangan sehingga mudah marah. Bisa jadi istri atau suami akan memasang muka cemberut, hingga tampak murung di rumah.

Jika diamati ekspresi emosi tersebut merupakan reaksi tubuh karena energi yang diproduksi setiap hari, tidak tersalurkan secara optimal. Apabila dibiarkan terus-menerus, tidak menutup kemungkinan dapat mengakibatkan ketidakharmonisan atau keretakan dalam rumah tangga.

Di satu sisi frekuensi berhubungan seksual yang terlalu sering bagi suami istri, juga bisa berdampak buruk. Dampak negatif yang bisa muncul antara lain terkurasnya energi, sehingga tubuh mudah lemas. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh sekali pada pria. Pasalnya di dalam sperma terdapat kandungan asam amino, protein, hingga asam esensial lainnya.

Terlebih apabila tidak diimbangi dengan asupan gizi dan istirahat yang cukup, maka dampak negatif akan menyerang. Dengan demikian frekuensi berhubungan seks yang banyak disarankan pakar seksual adalah 1 hingga 4 kali dalam seminggu. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here