Frekuensi Hubungan Intim Saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga hawa nafsu termasuk hasrat seksual. Penelitian menunjukkan frekuensi hubungan seks berkurang sampai 40 persen selama puasa bukan berarti hubungan seks berhenti begitu saja. Pintar membagi waktu dan tetap menjalani komunikasi dengan pasangan salah satu kuncinya.

Hubungan seks tetap bisa dilakukan tanpa menodai kesucian ibadah puasa. Hilangkan pikiran bahwa melakukan hubungan seks merupakan tindakan yang mengotori bulan suci. Jalinlah komunikasi yang baik dan harmonis dengan pasangan. Jangan saling memaksakan kehendak.

Batasan frekuensi hubungan seks yang normal tergantung dengan mood dan keinginan masing-masing pasangan. Riset yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine, rata-rata pasangan melakukan hubungan seks sebanyak satu sampai tiga kali perminggu. Pada penelitian lain didapatkan bahwa hubungan seks satu kali dalam seminggu dapat mempertahankan keintiman dan kebersamaan pasangan. Jadi kegiatan puasa di bulan suci Ramadhan bukan berarti kegiatan seksual ikut “berpuasa”.

Teknik dan variasi memang sangat menentukan kualitas hubungan seks itu sendiri. Hubungan seks sebaiknya dilakukan dengan variasi gaya. Khusus untuk bulan puasa, sebaiknya tidak melakukan variasi yang berlebihan. Justru yang harus diperbanyak adalah keintiman dan romantisme.

Pilih waktu yang tepat untuk berhubungan seks, misalnya setelah salat Tarawih atau sebelum makan sahur. Waktu sempit? Lakukan seks kilat, misalnya sebelum sahur. Untuk mengatasi gairah yang datang “mendadak, cobalah cari aktivitas lain yang bisa mengalihkan Anda dari pikiran untuk berhubungan seks.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY