Frekuensi Normal Buang Air Kecil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Buang air kecil (BAK) merupakan salah satu bagian dari mekanisme pembuangan racun (detoks) secara alami dari dalam tubuh. Banyak mungkin yang saat ini masih bertanya-tanya berapa kali normalnya buang air kecil dalam sehari. Pasalnya, timbul kekhawatiran bahwa sering buang air kecil terkait dengan beberapa penyakit. Meski tidak selalu mengindikasikan penyakit serius, frekuensi buang air kecil memang penting untuk diperhatikan. Salah satunya sebagai tolok ukur apakah tubuh sudah terhidrasi dengan baik. Lantas, berapa kali normalnya orang sehat buang air kecil dalam sehari?

Tidak ada jawaban pasti mengenai pertanyaan tersebut. Secara umum, para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kebanyakan orang BAK 6-7 kali dalam kurun waktu 24 jam. Ini berarti 3-4 jam sekali. Di malam hari, dorongan buang air kecil umumnya bisa ditahan sekitar 8 jam. Bagaimana bila frekuensinya kurang atau lebih dari itu? Apakah menjadi tanda penyakit?

Kurangnya asupan cairan utamanya menyebabkan frekuensi BAK menurun. Kondisi ini sering dijumpai pada orang yang berpuasa. Terlalu sering BAK dapat menjadi tanda suatu penyakit, namun tidak selalu demikian. BAK 6-10 sehari termasuk masih wajar. Pola buang air kecil setiap orang bervariasi, karena ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Selain asupan cairan tubuh, frekuensi BAK juga dipengaruhi faktor lain, seperti usia, kafein, konsumsi obat-obatan dan cuaca. Misalnya, ketika cuaca atau udara dingin, BAK biasanya akan lebih sering karena lingkungan yang dingin bisa menyebabkan otot kandung kemih beraktivitas secara berlebihan sehingga memicu peningkatan dorongan untuk BAK. Kafein yang sifatnya diuretik juga memicu dorongan BAK berlebihan.

Secara anatomi, ukuran dan sensitivitas kandung kemih setiap individu juga tak selalu sama. Ada orang yang cepat merasakan keinginan BAK saat kandung kemih mulai terisi, dan ada juga yang baru merasakan keinginan BAK setelah kandung kemihnya terisi penuh. Pada ibu hamil, rahim yang semakin membesar semakin menekan kandung kemih. Sebagai dampaknya, daya tampung kandung kemih berkurang sehingga frekuensi BAK meningkat.

Bila Anda rata-rata minum 2 liter air per hari dan BAK lebih dari 10 kali sehari atau lebih dari 2 kali di waktu tidur malam, kemungkinan ada masalah dengan tubuh Anda. Maka, sebaiknya dikonsultasikan segera ke dokter. Jika dibiarkan, kondisi bisa semakin parah dan menurunkan kualitas hidup. Salah satunya karena tidur malam yang menjadi tak berkualitas karena harus terbangun untuk BAK. Dengan konsultasi medis, maka dapat diketahui penyebab pastinya dan penanganannya pun akan lebih tepat.

Ada beberapa hal pula yang perlu diperhatikan, yaitu ketika Anda sedikit minum namun sering sekali BAK, atau sebaliknya ketika Anda sering minum namun warna tidak biasa atau keruh. Terlebih lagi, bila Anda juga mengalami gejala tambahan, seperti:

  • Darah dalam urin
  • Nyeri atau sensasi panas saat buang air kecil
  • Nyeri di pangkal paha atau perut
  • Dorongan buang air kecil sulit dikendalikan
  • Demam

Ada beberapa penyakit terkait frekuensi BAK yang tak biasa, diantaranya:

  • Diabetes tipe 1 dan 2, karena tubuh mencoba mengeluarkan glukosa yang tidak terpakai melalui urin.
  • Pembesaran prostat, karena prostat yang membesar menempatkan tekanan pada uretra sehingga kandung kemih lebih mudah berkontraksi meskipun hanya ada sedikit
  • Infeksi saluran kemih, yang menyebabkan iritasi pada dinding kandung kemih yang pada gilirannya meningkatkan dorongan BAK.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY