Fungsi Air Ketuban pada Wanita Hamil

SehatFresh.com – Janin dalam kandungan terletak di dalam kantung yang terbentuk dari dua membran (amnion dan korion) di mana janin tumbuh dan berkembang. Kantung ini disebut kantung ketuban. Di dalam kantung ini, bayi dikelilingi air ketuban. Saat pemeriksaan kehamilan, volume air ketuban secara rutin akan diperiksa untuk mengetahui apakah masih dalam kadar normal, terlalu banyak, ataupun terlalu sedikit. Hal ini akan memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan karena air ketuban memegang berbagai fungsi penting dalam kehamilan.

  • Mengindikasikan kesehatan kehamilan

Selama empat bulan pertama kehamilan, plasenta memproduksi air ketuban. Setelahnya, ginjal bayi yang mulai berfungsi akan mengambil alih produksi air ketuban selama sisa kehamilan. Air ketuban akan terus bersirkulasi selama bayi “menghirup”, menelan, dan kemudian mengeluarkannya sebagai urin. Namun, air ketuban bukan sepenuhnya urin seperti yang banyak orang kira. Air ketuban juga berisi beberapa sel bayi, yang meluruh dari kulit bayi. Sel-sel ini dapat diperiksa untuk melihat adanya kelainan kromosom atau genetik.

Volume air ketuban akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Menjelang kelahiran, volume air ketuban akan mengalami penyusutan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak cairan ketuban mengindikasikan bahwa ibu hamil memiliki kondisi kesehatan tertentu. Contoh yang paling umum adalah diabetes atau tekanan darah tinggi. Kondisi kesehatan semacam ini dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat saat lahir.

  • Mendukung tali pusat

Air ketuban juga berperan dalam mencegah terjadinya kompresi pada tali pusat. Hal ini membuat fungsi tali pusat untuk mengangkut makanan dan oksigen dari plasenta ke janin berjalan optimal.

  • Menjaga kestabilan suhu dalam rahim

Air ketuban akan menjaga janin tetap hangat. Ini karena air ketuban akan didaur ulang secara sistematis sehingga suhu dalam rahim terjaga kestabilannya.

  • Sebagai perlindungan

Air ketuban menjaga janin agar tetap hangat dan melindunginya dari segala guncangan dari aktivitas yang ibu lakukan atau trauma seperti benturan yang mungkin terjadi tanpa kesengajaan. Selain itu, air ketuban juga memberikan perlindungan dari infeksi virus ataupun bakteri. Penelitian terbaru dari University Medical Center Utrecht, Belanda, tahun 2015, menunjukkan bahwa air ketuban mengandung antibodi yang dapat melindungi janin dari infeksi respiratory syncytial virus (RSV). Infeksi ini merupakan penyebab utama infeksi saluran nafas bagian bawah pada bayi yang baru lahir.

  • Mendukung perkembangan organ

Fungsi air ketuban yang tak kalah pentingnya adalah sebagai pelumas yang membantu mengoptimalkan tumbuh kembang janin. Kekurangan air ketuban dapat menyebabkan cacat lahir, seperti jari kaki berselaput seperti bebek (webbed toes). Selain itu, air ketuban juga memegang peranan penting dalam mendukung perkemabangan paru-paru dan sistem pencernaan. Ketika bernapas dan menelan air ketuban, itu berarti bayi juga melatih kekuatan otot dari kedua sistem tersebut. Air ketuban juga memungkinkan bayi mengambang dalam kantung ketuban sehingga bayi memiliki kebebasan untuk leluasa bergerak. Pada gilirannya, hal ini membantu tulang dan ototnya berkembang dengan baik.

Dalam kehamilan cukup bulan, tanda melahirkan yang paling umum adalah pecahnya air ketuban. Akan tetapi, ketuban dapat pecah sebelum waktunya karena terlalu banyak melakukan berbagai aktivitas seperti mengangkat benda berat dan kelelahan. Jika ketuban pecah dini, maka ibu harus segera melakukan pemeriksaan guna mencegah terjadinya komplikasi kehamilan yang serius. Jika ketuban pecah di usia kehamilan kurang dari 5 bulan, janin bisa meninggal akibat tidak lagi terlindungi air ketuban.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY