Fungsi Khusus Makanan Kaya Serat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dibandingkan dengan protein, lemak dan karbohidrat selama ini pembahasan mengenai serat makanan seringkali terabaikan. Serat termasuk bagian dari makanan yang tidak mudah diserap dan sumbangan gizinya dapat diabaikan, namun serat makanan sebenarnya mempunyai fungsi penting yang tidak tergantikan oleh zat lainnya.

Serat pangan dikenal juga sebagai serat diet atau dietary fiber yang merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tersusun dari karbohidrat. Memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus halus manusia serta mengalami fermentasi sebagian atau keseluruhan di usus besar. Jadi, serat pangan merupakan bagian dari bahan pangan yang tidak dapat dihirolisis oleh enzim-enzim pencernaan.

Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat pangan yang sangat mudah ditemukan dalam bahan makanan. Sayuran merupakan menu yang hampir selalu terdapat dalam hidangan sehari-hari masyarakat Indonesia. Baik dalam keadaan mentah (lalapan segar) atau setelah diolah menjadi berbagai macam bentuk masakan.

Namun, saat ini budaya konsumsi masyarakat mulai bergeser karena adanya makanan cepat saji. Serta kebiasaan makan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah kegemukan. Berdasarkan metode pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh) menurut WHO (World Health Organization), untuk menentukan indeks massa tubuh yang ideal adalah dengan mengukur tinggi badan dan berat badan.

Rumusnya adalah berat badan dibagi dengan tinggi badan dalam meter (dikuadratkan), apabila hasilnya melebihi 23, maka dapat dikategorikan gemuk. Serat memiliki fungsi khusus yakni dapat mengontrol berat badan atau kegemukan (obesitas). Serat larut air (soluble fiber), mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan.

Sehingga makanan yang mengandung serat dicerna lebih lama dalam lambung, kemudian serat akan menarik air dan memberi rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak. Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas.

Menurut Supariasa (2002) dalam bukunya yang berjudul Penilaian Status Gizi, peran serat terhadap masalah kegemukan diantaranya menunda pengosongan lambung, mengurangi rasa lapar, pencernaan dan dapat mengurangi terjadinya kelebihan berat badan (overweight). Kecukupan asupan serat kini dianjurkan semakin tinggi, mengingat banyak manfaat yang menguntungkan untuk kesehatan tubuh, adequate intake (AI) untuk serat makanan sebagai acuan untuk menjaga kesehatan seluruh pencernaan dan kesehatan bagi orang remaja adalah 20-30 g/hari.

Jadi, fungsi khusus dari makanan yang berserat adalah mampu menjaga berat badan ideal dan bagi yang memiliki masalah kegemukan, maka akan membantu menurunkan berat badan. Namun, hal yang harus diingat adalah konsumsilah makanan yang bergizi yang terdapat beraneka zat di dalamnya. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here