Fungsi Pembekuan Sel Telur Bagi Kesehatan Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seiring kemajuan teknologi, berbagai hal dilakukan untuk memberi kemudahan dan solusi bagi permasalahan setiap manusia. Demikian halnya dengan metode pembekuan sel telur. Berikut ini adalah informasi mengenai pembekuan sel telur serta fungsinya bagi kesehatan wanita.

Di negara Jepang, pembekuan sel telur dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan angka kelahiran yang rendah. Bahkan, pemerintah menganggarkan biaya tersendiri untuk membantu wanita di negara tersebut melakukan pembekuan sel telur.

Di Indonesia sendiri metode pembekuan sel telur ini telah mulai dilakukan. Pembekuan sel telur ini memiliki beberapa tujuan di antaranya yaitu untuk menunda kehamilan. Namun tidak sampai di situ, menunda kehamilan di sini bukan berarti ibu tidak ingin memiliki anak. Justru sebaliknya, sel telur tersebut di simpan agar bisa digunakan di kemudian hari. Jadi, pada prinsipnya, ketika usia muda yang masih produktif, sel telur yang dihasilkan dengan kualitas baik disimpan sehingga bisa dimanfaatkan ketika usia sudah lebih tua di mana sel telur yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya. Selain itu, fungsi dari pembekuan sel telur ini adalah untuk mengatasi kesuburan yang terancam karena penyakit kanker.

Metode baru dilakukan dengan divitrikasi yang prosesnya memindahkan air dari telur selanjutnya sebuah solusi antibeku ditambahkan agar bisa dengan cepat mengalami pembekuan.

Dengan metode ini, prosentasi telur yang bertahan lebih banyak daripada menggunakan metode lama. Jika dalam metode yang lama sel telur yang bisa bertahan sebanyak 50% hingga 60%, maka dengan menggunakan metode yang baru, sebanyak 95% sel telur yang dapat bertahan.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa fungsi dari pembekuan sel telur ini adalah untuk menunda kehamilan dengan usia di atas 30 hingga 40 an. Selain itu, jika seorang wanita sedang menjalani pengobatan kanker, mungkin saja mereka mengalami dampak seperti infertilitas dan pada saat itulah sel telur yang disimpan melalui pembekuan tadi bisa digunakan.

Sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan berkaitan dengan pembekuan sel telur tersebut karena ditemukan bahwa dari sejumlah kelahiran, jumlah kelahiran cacat adalah 2,5 %. Angka ini sama dengan risiko dari kelahiran alami.

Pembekuan sel telur ini tidak terlalu direkomendasikan bagi mereka yang ingin menunda kehamilan namun bagi penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan, pembekuan sel telur ini memang disarankan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California, Amerika Serikat, sel telur yang benar- benar digunakan untuk mendapatkan bayi masih sedikit saja yaitu sekitar 5000 bayi.

Ke depannya mungkin saja akan dikembangkan suatu penelitian mengenai pembekuan sperma. Seperti yang disampaikan oleh Dr Allan Pacey yang merupakan sekretaris dari BFS atau British Fertility Society, beliau mengatakan bahwa diharapkan nantinya wanita dan pria memiliki kesempatan yang sama. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here