Fungsi Plasenta dan Tali Pusar untuk Janin

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tali pusar (Umbilical Cord)  merupakan pembuluh darah yang terdiri dari satu vena dan dua arteri. Pada situasi inilah hubungan antara bayi dan ibu terjadi. Lantas apa sebenarnya fungsi tali pusar dan plasenta untuk bayi dalam kandungan?

Pengertian tali pusar dan plasenta

Tali pusar merupakan saluran kehidupan janin selama di dalam kandungan bersama plasenta. Saluran tersebut terdiri dari tiga pembuluh darah, yaitu satu pembuluh darah vena serta dua pembuluh darah arteri (Callahan dalam Mattson & Judi, 2004:63).

Sementara plasenta merupakan sebuah organ penting pada proses kehamilan. Plasenta terletak di dalam kandungan (rahim). Memiliki bentuk bundar seperti piringan tebal, plasenta berisi pembuluh darah yang salnya dari tali pusar. Menurut WHO (2003) lepasnya tali pusar pada bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Cara perawatan tali pusar.
  2. Timbulnya infeksi di tali pusar, sehingga mengakibatkan pengeringan serta pelepasan tali pusar jadi lambat.
  3. Kelembaban tali pusar. Dalam hal ini tali pusar tak boleh ditutup rapat dengan apapun, karena bisa menjadi lembab. Situasi ini bisa memperlambat putusnya tali pusar serta mengakibatkan infeksi.
  4. Kondisi sanitasi lingkungan neonatus.

Fungsi tali pusar dan plasenta

Tali pusar fungsinya sebagai saluran yang menghubungkan plasenta dan bagian tubuh janin. Dengan demikian janin mendapatkan asupan makanan, oksigen, serta antibody yang sebelumnya diterima oleh plasenta melalui vena umbilikalis. Tali pusar juga memiliki fungsi sebagai saluran pertukaran bahan kumuh seperti gas karbondioksida atau urea yang akan meresap keluar melalui arteri umbilikalis (Cunningham et all, 2005). Secara lebih rinci, berikut ini fungsi tali pusar dan plasenta pada janin :

  • Fungsi pernafasan. Oksigen yang dihirup ibu akan dialirkan ke janin melalui tali pusar, dilanjutkan dengan proses difusi dari darah ibu ke darah janin pada plasenta. Keberadaan oksigen sangatlah penting bagi janin. Pasalnya jika ibu kekurangan oksigen, maka janin juga akan mengalami hal yang serupa.
  • Fungsi nutrisi. Plasenta dapat mengubah glukosa jadi glikogen di otot dan hati janin dalam kandungan. Glikogen merupakan bentuk karbohidrat yang bisa disimpan di hati menjadi cadangan glukosa guna pertumbuhan janin. Gizi janin bergantung kepada gizi sang ibu. Apabila ibu mengalami kurang gizi, maka akan berdampak negatif pada janin.
  • Fungsi ekskresi (pembuangan). Plasenta mengeluarkan setiap limbah seperti karbondioksida atau urea.
  • Fungsi pertahanan. Fungsi pertahanan plasenta dapat dicapai dengan dua cara, yakni fisik dan kimia. Dengan fungsi enzim, plasenta dapat menetralisir sebagian racun yang melewatinya.
  • Fungsi produksi hormon. Plasenta dapat menciptakan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini fungsinya meningkatkan produksi progesteron oleh indung telur. Dengan demikian menstruasi tak terjadi, sehingga tetap menjaga kehamilan. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here