Gairah Seks Wanita Lebih Rendah Dibandingkan Pria, Benarkah?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian wanita memerlukan waktu lebih lama agar terangsang kala bercinta. Apakah ini berarti gairah seks wanita lebih rendah jika dibandingkan dengan pria? “Tidak benar. Libido pada pria dan wanita hampir sama,” ujar pakar seks dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS.

Dr. Boyke memaparkan, dalam sebuah penelitian terungkap pria berfantasi atau memikirkan tentang seks 60 kali, sedangkan wanita 48 kali. Angka ini tidak terlalu jauh berbeda sehingga menunjukkan bahwa libido wanita pun hampir sama dengan pria. Satu hal yang membedakan hanyalah bagaimana melakukan dan melampiaskan gairah seksual tersebut.

“Wanita lebih cenderung bisa menyembunyikan libidonya karena lingkungannya. Wanita dikondisikan untuk lebih lembut dan tidak agresif,” ujar dr. Boyke.

Apalagi, wanita kerap mengaitkan seks dengan emosi. Oleh sebab itu, kecenderungannya wanita tidak akan meminta pasangan untuk melakukan hubungan seks jika sikapnya sedang menyebalkan. Tapi, jika Anda berpikir pria selalu siap dan ingin berhubungan seks, itu tidak benar. Sebab, pria juga memiliki banyak hal yang perlu dipikirkan selain seks.

Jadi, tepis tudingan yang mengatakan wanita memiliki gairah seksual yang lebih rendah daripada pria. Sadar atau tidak, sifat wanita memang lebih tertutup daripada pria. Hal ini memicu seorang wanita untuk cenderung pasif dan menunggu pasangan melakukan penetrasi-penetrasi.

Kristen Mark, seorang peneliti seks dan hubungan seks memaparkan, bahwasanya semua itu tergantung pada kesadaran yang dimiliki oleh seseorang. Jika memang merasa membutuhkan seks, maka gairahnya bertambah. Namun, bila tidak, ya akan biasa-biasa saja. Jika imajinasi seseorang sedang tinggi, maka gairah untuk bercinta juga akan tinggi. Jadi, tidak ada yang pasti siapakah pemilik gairah seks yang lebih besar.

Tinggi atau rendahnya gairah seks seseorang tidak berdasarkan jenis kelamin. Untuk wanita, kepercayaan diri yang rendah pada bentuk tubuh dianggap sebagai penyebab utama turunnya libido, diikuti oleh kurangnya waktu tidur. Masalah hubungan dan diet yang buruk juga dianggap berkontribusi. Begitu juga dengan konsumsi pil KB.

Sementara itu, pria yakin bahwa diet yang buruk menjadi penyebab utama mereka kurang bergairah untuk melakukan seks. Ada juga yang beranggapan penyebabnya adalah tingkat kepercayaaan diri pada bentuk tubuh yang rendah. Minum terlalu banyak, tidak berolah raga cukup, dan tidak cukup tidur juga diklaim berdampak pada libido pria.

Lalu, adakah usia tertentu di mana libido seseorang sedang tinggi-tingginya? Menurut dr. Andri Wanananda MS, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), puncak libido pada pria terjadi saat remaja lanjut.

“Sekitar usia 20-an, sedangkan pada wanita, puncaknya pada usia 30-an, late thirty, akhir-akhir usia 30 tahun,” kata dr. Andri. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here