Gangguan Bipolar Pada Pria

SehatFresh.com – Gangguan bipolar, juga dikenal sebagai gangguan manik depresif, mengacu pada sekelompok gangguan mood yang bervariasi dalam tingkat keparahan episode mania dan depresi. Mereka akan mengalami suasana perasaan yang sangat ekstrim berupa episode manik (peningkatan mood dan energi, gembira berlebihan, mudah marah, banyak bicara) dan episode depresi (penurunan mood, murung, sedih, menarik diri, tidak bersemangat).

Gangguan bipolar bisa sangat berbeda pada tiap individu. Gejala bervariasi dalam pola, keparahan, dan frekuensi. Menurut situs everydayhealth.com, pria biasanya didiagnosis pada usia yang lebih muda dan kondisinya cenderung lebih parah. Selain itu, wanita melewati siklus manik depresif lebih cepat daripada pria, menurut artikel yang dimuat dalam “American Journal of Psychiatry” tahun 1998. Terkait gejalanya, ada beberapa perbedaan antara pria dan wanita.

  • Episode manik

Episode manik sangat menonjol di antara para pria dengan gangguan bipolar. Fase peningkatan suasana hati secara klinis disebut sebagai mania, jika ringan disebut hypomania. Individu yang mengalami episode manik juga sering mengalami episode atau gejala depresi, atau episode campuran di mana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama. Pria lebih mungkin untuk bertindak selama mania. Karena pria menunjukkan lebih banyak agresi dan kekerasan selama periode manik, mereka bisa dirawat di rumah sakit lebih sering daripada wanita.

  • Penyalahgunaan zat

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam “American Journal of Psychiatry” bulan Mei 2005, sekitar 50 sampai 60 persen pasien gangguan bipolar terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol. Penyalahgunaan zat ini lebih umum dan lebih parah di kalangan pria. Studi ini meneliti alkoholisme di kalangan 267 pasien bipolar, dan menemukan bahwa pria dengan gangguan bipolar kemungkinan besar menjadi alkoholisme seumur hidup mereka daripada wanita dengan gangguan bipolar.

  • Agresi dan kekerasan

Sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of American Academy of Psychiatry and Law” pada tahun 2005 menunjukkan bahwa kejahatan dan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang bipolar tampaknya lebih sering dilakukan kaum pria, sedangkan wanita cenderung dihukum karena melakukan tindak kekerasan terhadap anggota keluarga. Studi ini menemukan bahwa secara signifikan lebih banyak pria lebih bipolar daripada wanita bipolar yang memiliki riwayat pelanggaran hukum.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY