Gangguan Bipolar, Tidak Populer Tapi Berbahaya

gangguan bipolar

Gangguan bipolar atau dalam bahasa medis sering disebut juga sebagai manic depression. Gangguan ini merupakan sebuah gangguan afektif besar, gangguan mood dan terjadi fase manik (sebuah proses perubahan mood seseorang dari suasana normal dan disertai dengan energi tinggi).

Gangguan bipolar adalah sebuah kondisi yang sangat serius. Hal ini tidak bisa disepelekan dan dibiarkan begitu saja. Kondisi yang cukup serius dari gangguan bipolar ini antara lain kesulitan tidur selama berhari-hari, terjadi halusinasi, delusi yang terlalu muluk-muluk dan marah yang paranoid. Selain itu, kondisi depresi akan lebih sulit sembuh dari pada orang yang tidak pernah mengalami manik.

Apa itu gangguan bipolar?

Gangguan yang sifatnya cukup kompleks yang difaktori oleh kombinasi genetik dan non-genetik. Periode suasana hati yang melibatkan itu terkait dengan depresi klinis atau mania dengan suasana hati yang normal dan energi besar yang terjadi antar periode.

Tingkat keparahan suasana hati ini bisa dari tingkat ringan hingga sangat parah (ekstrim). Periode suasana hati ini dapat terjadi secara bertahap atau dalam waktu yang begitu cepat (tiba-tiba).

Orang yang mempunyai gangguan suasana hati seperti ini mempunyai kemungkinan untuk mempunyai gangguan berpikir. Mereka juga mungkin mempunyai gangguan dalam fungsi sosial dan memiliki distorsi persepsi.

Penyebab gangguan bipolar

Penyebab dari gangguan ini tidak diketahui secara jelas. Gangguan mood lainnya juga mempunyai penyebab yang tidak diketahui. Namun, sedikit diketahui bahwa gangguan bipolar mempunyai pengaruh atau komponen yang berhubungan dengan genetik.

Pada usia berapa biasanya gangguan ini terdiagnosa?

Gangguan ini terdiagnosa pada usia yang cukup muda, yakni pada 15 – 24 tahun. Gangguan ini dapat terus berlanjut sepanjang hidup seseorang itu. Jarang sekasi anak-anak di bawah 15 tahun dan orang tua di atas 65 tahun baru terdiagnosa gangguan ini.

Tingkat keparahan dari gejala gangguan ini sangat bervariasi. Beberapa orang mempunyai banyak gangguan yang mempengaruhi keseharian mereka untuk bisa hidup normal.

Ketika seseorang yang mempunyai gangguan bipolar kambuh, maka tidak menutup kemungkinan untuk dirawat inap. Tingkat kekambuhan gangguan bipolar sangat tinggi jika tidak diobati. Rawat inap bagi penderita dilakukan untuk mencegah mereka dari melakukan hal-hal konyol seperti bunuh diri.

Ada sekitar 90% dari penderita gangguan bipolar yang setidaknya mengalami 1 kali rawat inap di rumah sakit jiwa. Dua dari tiga orang dengan gangguan ini akan mengalami dua kali atau lebih dirawat di rumah sakit jiwa.

Apa saja gejala yang dialami oleh penderita gangguan ini?

  • Terjadi salah satu di antara kekurangan nafsu makan atau kelebihan nafsu makan. Akibatnya bisa menjadi penurunan berat badan atau kelebihan berat badan.
  • Perasaan tidak berguna, tidak berdaya, bersalah
  • Merasa pesimis dan selalu putus asa
  • Mengalami insomnia, bangun kepagian atau tidur berlebihan
  • Susah membuat keputusan, berkonsentrasi dan mengingat
  • Suasana hati terasa “kosong”, cemas dan merasa sedih terus menerus
  • Mudah tersinggung dan gelisah
  • Mencoba untuk bunuh diri, pikirannya tentang kematian dan bunuh diri
  • Kehilangan minat terhadap hobi dan berbagai kegiatan, termasuk seks
  • Mengalami penurunan energi dan kelelahan
  • Terdapat gejala fisik yang tidak merespon terhadap usaha pengobatan. Masalah tersebut antara lain nyeri kronis, gangguan pencernaan dan sakit kepala.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here