Gangguan Early Psychosis pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Psychosis adalah kondisi di mana penderitanya mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi. Gejala yang muncul pada penderita psikosis berupa delusi atau waham dan halusinasi. Sebagai contoh, penderita psikosis akan memiliki anggapan bahwa dirinya seorang agen rahasia negara namun pada kenyataannya tidak, atau mendengar suara orang berbicara meski tidak ada yang bersuara.

Early psychosis pada remaja adalah suatu kondisi dimana pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi pada remaja sejak dini. Penyebab dari early psychosis belum diketahui. Sementara, diduga akibat dari kombinasi sosial, faktor genetik, lingkungan, psikologis dan fisik. Obat-obatan, misalnya obat untuk penyakit Parkinson dan kejang-kejang, steroid dan kemoterapi serta obat-obatan terlarang (misalnya, LSD, kokain, alkohol, amfetamin, ganja, PCD) juga bisa menyebabkan gangguan mental.

Kemungkinan psikosis juga bisa merupakan salah satu gejala pada banyak penyakit, misalnya pada penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV), penyakit Parkinson, malaria, stroke, tumor otak dan penyakit kekejangan. Meskipun demikian, penelitian telah menunjukkan bahwa genetika memiliki peran penting dalam penyakit ini. Jika salah satu anak kembar identik menderita psikosis, ada kemungkinan 50% kembar lainnya pun akan mengalami hal yang sama.

Individu yang hidup berdampingan dengan anggota keluarga (orangtua atau saudara kandung) yang mengidap psikotik lebih berisiko mengalami gangguan psikotik. Gejala yang muncul pada tiap orang dapat berbeda-beda, tergantung penyebab, usia dan keparahan kondisi. Seseorang yang mengalami psikosis akan memiliki gejala utama berupa delusi dan halusinasi.

  1. Delusi

Delusi atau waham adalah kondisi di mana seseorang memiliki keyakinan yang kuat dan tidak dapat dipatahkan terhadap sesuatu yang tidak nyata, misalnya mempercayai bahwa dirinya menderita penyakit yang mematikan, meskipun pada kenyataannya kondisi orang tersebut sehat.

  1. Halusinasi

Halusinasi adalah kondisi di mana seseorang mendengar, melihat, merasakan, atau mencium sesuatu yang tidak ada dan tidak dialami orang lain, misalnya mendengar suara orang berbincang ketika dirinya tengah sendirian di suatu tempat.

Pengobatan yang bisa dilakukan pada penderita early psychosis yaitu bisa dengan euroleptik digunakan untuk pengobatan orang yang berperilaku aneh dan tidak terduga. Tujuannya adalah untuk mencegah orang tersebut menyakiti diri sendiri atau orang lain. Obat-obatan ini termasuk haloperidol dan benzodiazepin yang merupakan obat untuk mengatasi rasa gelisah (seperti lorazepam, alprazolam).

Pengobatan lanjutan tergantung pada penyebabnya biasanya pada penyakit semacam depresi mental atau skizofrenia, memerlukan psikiater (spesialis gangguan mental dan emosional) dalam pengobatan bersamaan dengan obat antidepresan atau antipsikotik. Orang dengan penyakit Parkinson dan kejang-kejang harus mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi masalah tersebut, Pecandu narkoba (misalnya, alkohol dan obat terlarang lainnya) memerlukan bimbingan dan arahan.

Terapi perilaku kognitif dapat membantu penderita (CBT). Terapi kognitif melatih orang bagaimana sebuah pola pikir akan menimbulkan gejala. Terapi perilaku dapat mengatasi rasa khawatir terhadap gejala dan reaksi penderita.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here