Gangguan Kesuburan Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK)

SehatFresh.com – Sindrom ovarium polikistik (SOPK) adalah salah satu gangguan sistem endokrin yang paling umum pada wanita usia reproduktif. SOPK disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam hormon wanita. Sistem endokrin yang sehat bertanggung jawab untuk banyak hal, termasuk produksi hormon. Tapi, ketika sistem ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, masalah dimulai. Dalam kasus SOPK, ketidakseimbangan ini hormon memengaruhi sistem reproduksi.  Dalam sistem reproduksi wanita sehat, ovulasi dan menstruasi terjadi secara normal setiap bulan. Pada sistem seorang wanita dengan SOPK, proses ini menjadi terganggu.

Penyebab pasti SOPK belum diketahui secara pasti, tetapi para ahli meyakini ini disebabkan ketidakseimbangan hormon dan faktor genetik. Wanita lebih mungkin untuk mengembangkan SOPK jika ibu atau saudaranya juga memiliki kondisi tersebut. Pada SOPK, ada ketidakseimbangan antara hormon seks estrogen dan progesteron. Kelebihan hormon androgen (terutama testosteron) juga telah diduga sebagai faktor lain yang turut berkontribusi.

Androgen adalah hormon seks laki-laki, tapi tubuh perempuan juga memproduksinya. Wanita dengan SOPK seringkali memproduksi androgen melebihi normal. Ini dapat memengaruhi perkembangan dan pelepasan telur selama ovulasi. Insulin berlebih (hormon yang membantu mengubah gula dan pati menjadi energi) dapat menyebabkan kadar androgen tinggi.

Karena testosteron tinggi dalam ovarium, telur mungkin tidak terlepas dari folikel. Ini bisa mengakibatkan menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi sama sekali. Telur yang belum matang dan telur yang tidak terlepas itu bisa menyebabkan kista dalam indung telur. Ini bisa memicu masalah seperti infertilitas serta peningkatan risiko kanker.

Sebuah studi dari US Department of Reproductive Medicine menyebutkan bahwa wanita dengan SOPK menjadi lebih berisiko terkena kanker endometrium akibat ketidakteraturan atau tidak adanya menstruasi. Penelitian lain yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism” menyebutkan bahwa kurangnya ovulasi juga meningkatkan risiko kanker ovarium atau kanker payudara.

Karakteristik yang paling umum dari SOPK adalah menstruasi yang tidak teratur. Namun, karena SOPK ditandai dengan penurunan hormon seks perempuan, kondisi ini dapat menyebabkan seorang perempuan mengembangkan karakteristik laki-laki seperti rambut yang tipis,  pertumbuhan bulu berlebih (di wajah, dada, perut, jempol, atau jari-jari kaki) dan penurunan ukuran payudara. Meskipun tidak menjadi gejala dari penyakit, banyak wanita dengan SOPK memiliki masalah kesehatan lain yang menyertainya seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Ini terkait dengan kenaikan berat badan yang memang seringkali terjadi pada wanita dengan SOPK.

Pengobatan untuk SOPK berfokus pada pengendalian gejala dan mengelola kondisi untuk mencegah komplikasi. Perawatan akan bervariasi pada setiap wanita, tergantung pada gejala spesifik yang muncul. Diet sehat dan olahraga teratur direkomendasikan untuk semua wanita dengan SOPK, terutama mereka yang kelebihan berat badan. Ini dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan menurunkan kadar glukosa darah.

Wanita yang tidak ingin hamil dapat diresepkan pil KB. Ini dapat membantu mengobati jerawat, mengatur siklus haid, dan menurunkan kadar hormon pria, seperti testosteron. Jika seorang wanita dengan SOPK telah didiagnosa infertilitas, obat kesuburan dapat diberikan untuk membantu dalam ovulasi.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY