Gangguan Orgasme pada Wanita

AEEHJ0 Woman s Hand Squeezing Bed Sheet

SehatFresh.com – Seks akan lebih lengkap rasanya bila disertai orgasme. Orgasme bisa dikatakan sebagai puncak kenikmatan dari aktivitas seksual. Sedikit rangsangan seksual sudah bisa mendatangkan orgasme, tapi terkadang dibutuhkan rangsangan seks yang lebih lama untuk mencapainya. Setiap kali hubungan seks tidak selalu disertai orgasme pada kedua belah pihak. Banyak wanita yang kesulitan mencapai orgasme atau bahkan tidak pernah mencapai orgasme sama sekali.

Gangguan orgasme adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki kesulitan mencapai orgasme, bahkan ketika ia terangsang secara seksual dan ada rangsangan seksual yang cukup. Dalam medis, gangguan terkait suiltnya mencapai orgasme dikenal dengan istilah anorgasmia. Meskipun pria juga bisa mengalaminya, gangguan ini ini lebih umum di kalangan wanita.

Gejala utama dari gangguan orgasme adalah ketidakmampuan untuk mencapai klimaks seksual baik itu selama hubungan badan atau masturbasi. Orgasme yang terasa kurang memuaskan atau dibutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk mencapai klimaks juga merupakan gejala gangguan orgasme.

Gangguan orgasme dibedakan menjadi empat bentuk, yaitu:

  • Anorgasmia primer: Kondisi di mana Anda belum pernah merasakan orgasme.
  • Anorgasmia sekunder: Kondisi di mana Anda memiliki kesulitan mencapai orgasme, tapi sebelumnya pernah merasakan orgasme.
  • Anorgasmia situasional: Kondisi di mana Anda hanya dapat orgasme saat situasi tertentu, seperti selama seks oral atau masturbasi.
  • Anorgasmia general: Kondisi di mana Anda tidak mampu mencapai orgasme dalam situasi apa pun dengan pasangan seksual manapun.

Orgasme merupakan sensasi kenikmatan seksual yang melibatkan reaksi kompleks dari kombinasi faktor fisik, psikologis, dan hubungan dengan pasangan. Jika terkendala oleh salah satu dari beberapa hal tersebut, orgasme cenderung menjadi sulit diraih.

Faktor Fisik

  • Penyakit: Setiap penyakit dapat memengaruhi bagian dari siklus respon seksual termasuk diabetes dan penyakit neurologis.
  • Masalah ginekologi: Gangguan orgasme seringkali menjadi efek samping operasi ginekologi, seperti histerektomi atau operasi kanker. Gangguan orgasme seringkali mengiringi masalah seksual lainnya, seperti dispareunia (seks terasa sakit).
  • Obat: Obat tekanan darah, antihistamin dan antidepresan, terutama yang termasuk golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).
  • Penuaan: Seiring pertambahan usia, perubahan normal dalam anatomi, hormon, sistem saraf dan sistem peredaran darah akan berpengaruh terhadap seksualitas. Misalnya, penurunan kadar estrogen selama masa transisi menopause dapat menurunkan aliran darah ke vagina dan klitoris, sehingga membuat Anda sulit atau bahkan tidak bisa orgasme sama sekali.

Faktor Psikologis

  • Masalah mental seperti kecemasan, stress, dan depresi.
  • Tidak percaya diri.
  • Takut hamil atau tertular infeksi menular seksual.
  • Trauma karena pelecehan seksual di masa lalu.

Faktor Hubungan

  • Kurang komunikasi dengan pasangan.
  • Konflik yang belum terselesaikan.
  • Perselingkuhan atau pelanggaran kepercayaan.
  • Menerima kekerasan atau pelecehan seksual.

Ketidakmampuan mencapai orgasme bisa sangat membuat frustasi dan menurunkan kualitas kehidupan seksual Anda. Jika Anda merasa memiliki gangguan orgasme, segera cari bantuan. Penanganan gangguan orgasme umumnya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi. Seringkali, terapi sangat membantu dalam mengatasi masalah ini.

Terapi individu atau terapi pasangan akan berfokus pada bagaimana Anda dan pasangan memandang hubungan seksual. Konsultasi dengan terapis juga dapat membantu Anda dan pasangan untuk lebih bisa mengetahui serta memahami kebutuhan dan keinginan seksual satu sama lain. Terapi seksual juga akan membahas isu-isu hubungan atau stres sehari-hari yang seringkali memengaruhi kemampuan dalam mencapai orgasme.

Sumber gambar : sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY