Gangguan Tidur pada Anak dan Cara Mengatasinya

0
5
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gangguan tidur tak hanya bisa dialami orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Jika anak Anda memiliki gangguan tidur, hal ini jangan dibiarkan. Pasalnya, kecukupan tidur berkontribusi besar terhadap tumbuh kembang anak. Ada berbagai gangguan tidur yang bisa dialami bayi, balita, anak-anak, dan bahkan remaja. Beberapa jenis gangguan tidur dikaitkan dengan perilaku tertentu, dan beberapa lainnya bisa disebabkan oleh kondisi medis neurologis ataupun kondisi lainnya. Berikut adalah beberapa gangguan tidur yang sering terjadi pada anak-anak:

  • Insomnia

Anak bisa dikatakan insomnia jika ia sulit tidur atau sulit untuk tertidur kembali di malam hari setidaknya tiga hari dalam seminggu. Anak yang memiliki insomnia berisiko mengalami penurunan prestasi akademik dan lebih rentan terserang penyakit karena kurang tidur membuat sistem imun tubuhnya menurun. Insomnia pada anak bisa disebabkan berbagai hal, diantaranya stres, lingkungan (kebisingan dan pencahayaan di kamar), ataupun kondisi medis. Anak-anak dengan gangguan perilaku, seperti autism dan ADHD, seringkali menderita insomnia.

  • OSA (obstructive sleep apnea)

OSA adalah suatu kondisi di mana ada jeda singkat dalam pola pernapasan anak saat tidur. Kondisi ini seringkali dialami anak-anak dengan sindrom yang mengubah struktur wajah seperti Down syndrome. Selain itu, OSA lebih berisiko dialami anak-anak yang memiliki asma, obesitas, refluks asam, dan sering menderita ISPA.

  • Sleepwalking

Sleepwalking atau somnambulism adalah kondisi di mana anak bangun dan berjalan di malam hari dalam keadaan tidur. Selain dikaitkan dengan faktor keturunan, sleepwalking bisa terjadi karena kelelahan, stres, tidur di lingkungan yang berbeda, atau menderita OSA.

  • Nightwakings

Nightwakings (terbangun dan terjaga di malam hari) seringkali dijumpai pada bayi hingga anak usia sekolah. Penyebabnya antara lain penyakit, mimpi buruk, tidur siang pada waktu yang salah, dan ketakutan.

  • Teror malam

Seorang anak yang mengalami teror malam (night terror)s mungkin berteriak, panik, dan mungkin melompat dari tempat tidur. Mata mereka mungkin terbuka tapi belum sepenuhnya terjaga. Gangguan tidur ini lebih sering dialami anak yang memiliki kebiasaan sleepwalking dan anak yang memiliki riwayat teror malam di keluarganya.

  • Mimpi buruk

Mimpi buruk biasanya dialami anak saat tengah malam dan membuat anak merasa cemas, takut, dan tertekan. Anak-anak biasanya mengalami mimpi buruk setelah melihat peristiwa  menakutkan, seperti menonton film menakutkan, atau ada sesuatu yang membuatnya khawatir.

  • Narkolepsi

Narkolepsi membuat penderitanya mengantuk berlebihan sepanjang hari. Narkolepsi bisa disebabkan oleh gangguan di daerah otak yang mengontrol siklus bangun-tidur karena hilangnya zat kimia otak yang disebut hypocretin atau orexin.

Pengobatan gangguan tidur pada anak tidak selalu sama, tergantung pada jenis dan penyebab yang mendasarinya. Secara umum, penanganan gangguan tidur melibatkan kombinasi obat dan perubahan gaya hidup. Dokter umumnya menyarankan perubahan gaya hidup, seperti:

  1. Perubahan pola makan, seperti meningkatkan konsumsi sayur dan ikan, dan mengurangi asupan gula.
  2. Menetapkan jadwal tidur anak yang teratur.
  3. Mengurangi asupan cairan di sore hari.
  4. Mendorong anak rutin berolahraga.
  5. Batasi tidur siang. Durasinya tidak lebih dari 2 jam dan atur agar anak tidak tidur lebih dari jam 3 sore.
  6. Ciptakan suasana tidur yang nyaman. Matikan lampu dan pastikan kamarnya tidak bising. Bila perlu, jangan taruh jam di kamar. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY