Gejala Bayi dengan Kelainan Jantung

blogspot.com

SehatFresh.com РTidak semua bayi dilahirkan dengan kondisi sempurna. Beberapa di antaranya memiliki kelainan jantung sejak masih dalam kandungan. Berbagai cacat lahir yang berpengaruh terhadap kerja normal jantung disebut dengan istilah penyakit jantung congenital (congenital heart disease). Kelainan jantung bawaan, berarti si kecil lahir dengan masalah pada struktur jantungnya. Kelainan ini terjadi karena perkembangan jantung janin tidak sempurna atau abnormal selama minggu-minggu awal kehamilan.

Selama enam minggu pertama kehamilan, jantung janin mulai terbentuk dan mulai berdetak. Pembuluh darah utama ke dan dari jantung juga mulai terbentuk selama periode kritis ini. Kelainan jantung juga mungkin mulai berkembang pada masa ini. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab hal ini. Tetapi, para ahli meyakini ini ada hubungannya dengan genetika, kondisi medis tertentu, obat-obatan tertentu, dan faktor kebiasaan seperti merokok atau minum alkohol.

Ada banyak jenis penyakit jantung bawaan yang terkadang hadir dalam kombinasi. Beberapa kelainan yang cukup umum dijumpai adalah:

  • Cacat septum (septal defect), ditandai dengan adanya lubang di septum (dinding yang memisahkan jantung). Cacat septum dibedakan menjadi cacat septum atrium (lubang di antara atrium kiri dan atrium kanan) dan cacat septum ventrikel (lubang di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan). Karena adanya lubang, darah beroksigen menjadi bercampur dengan darah non-oksigen.
  • Koarktasio aorta, terjadi ketika pembuluh darah utama yang memasok darah ke tubuh terlalu sempit. Kelainan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Stenosis katup pulmonal, terjadi ketika katup yang memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri paru-paru terlalu sempit sehingga tidak berfungsi dengan baik.
  • Transposisi arteri besar, terjadi ketika arteri pulmonalis dan aorta berada di sisi yang salah dari jantung.
  • Tetralogi Fallot, yaitu kombinasi empat kelainan jantung yang meliputi cacat septum ventrikel, stenosis pulmonal (penyumbatan antara jantung dan paru-paru), hipertrofi ventrikel kanan (pembesaran otot di sekitar bilik kanan bawah jantung) dan aorta berada di posisi yang salah.

Kelainan jantung tidak selalu membahayakan. Kelainan ringan seperti lubang di jantung biasanya tidak memerlukan pengobatan karena dapat membaik dengan sendirinya dan tidak berpotensi menimbulkan masalah lebih lanjut. Tetapi, operasi atau prosedur lainnya biasanya diperlukan jika kelainan berpotensi menganggu dan membahayakan kehidupan.

Kelainan jantung bawaan serius pada bayi biasanya mulai terlihat segera setelah lahir atau selama beberapa bulan pertama kehidupan. Ini umumnya ditandai dengan:

  • Warna kulit menjadi pucat atau berwarna abu-abu atau biru (sianosis).
  • Napas cepat.
  • Mendengkur saat bernapas.
  • Pembengkakan di kaki, perut atau area sekitar mata.
  • Sesak napas selama disusui, sehingga berat badannya tidak mengalami peningkatan.

Kelainan jantung bayi yang kurang serius mungkin baru terdiagnosis di masa kanak-kanak. Ini umumnya ditandai dengan:

  • Mudah sesak napas saat berolahraga atau
  • Mudah lelah saat berolahraga atau
  • Pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki atau kaki

Bila melihat salah satu tanda-tanda atau gejala kelainan jantung seperti di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke pusat medis. Jika anak menunjukkan tanda-tanda atau gejala kelainan jantung yang kurang serius seiring  pertumbuhannya, segera periksakan ke dokter agar dapat segera diketahui apakah gejala disebabkan oleh kelainan jantung atau kondisi medis lain.

Prognosis tergantung pada bentuk kelainan itu sendiri. Kebanyakan bayi dengan cacat jantung bawaan dapat hidup normal. Tetapi, banyak juga bayi dengan kelainan jantung bawaan membutuhkan pengobatan sepanjang hidup dan memerlukan tinjauan spesialis selama masa kanak-kanak dan dewasa. Hal ini karena kelainan jantung kompleks dapat berkembang menjadi masalah yang lebih parah dari waktu ke waktu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY