Gejala Cacar Air Pada Anak – Anak

SehatFresh.com – Cacar air adalah penyakit yang lebih sering terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa. Virus varicella-zoster adalah penyebabnya, dan infeksi virus ini bersifat menular. Kebanyakan kasus cacar air terjadi pada anak di bawah sepuluh tahun, dengan kejadian tertinggi pada usia dua hingga enam tahun. Cacar air menyebabkan gejala ketidaknyamanan dan dalam beberapa kasus, menimbulkan rasa sakit.

  • Demam dan sakit kepala

Menurut “Merck Manual for Healthcare Professionals”, seseorang bisa mengalami demam, sakit kepala dan merasa sakit pada 11-15 hari setelah terpapar virus cacar dan gejala-gejala awal terjadi 24 sampai 36 jam sebelum lesi atau lepuhan kulit muncul. KidsHealth.org menambahkan bahwa balita juga mungkin mengalami sakit perut atau sakit tenggorokan, dan mungkin tampak flu dengan tanda-tanda seperti batuk, bersin atau pilek.

  • Gejala kulit

Tanda cacar pertama yang terlihat adalah ruam gatal yang terkadang disertai dengan kulit memerah. Ruam biasanya dimulai pada wajah sebelum menyebar di seluruh tubuh. Ruam bahkan dapat menyebar ke telinga dan mata. Reaksi alami balita akan menggaruk daerah yang terkena. KidsHealth.org menunjukkan bahwa orang tua menggunakan kompres dingin basah atau memandikan balita dengan air hangat suam-suam kuku untuk meringankan gatal-gatal yang menyertai ruam.

Ruam yang disebabkan oleh cacar berkembang dengan cepat menjadi gundukan mengangkat yang disebut papula. Ini biasanya terjadi dalam beberapa jam setelah ruam muncul. Orang tua harus mencegah anak untuk tidak menggaruknya agar tidak terjadi goresan karena ini dapat membuka papula sehingga membuat anak lebih rentan terhadap infeksi lain. KidsHealth.org menyarankan untuk memakaikan sarung tangan di tangan anak ketika tidur.

Papula cacar kemudian berkembang menjadi lepuhan. Lepuhan ini muncul dalam bentuk gelombang yang berurutan dan serangkaian lepuhan seri baru kemudian muncul dengan lapisan yang keras dan mulai terbentuk koreng. Papula baru biasanya berhenti muncul setelah 5-6 hari. KidsHealth.org menyebutkan bahwa setelah dua minggu, sebagian lepuhan akan terbentuk koreng dan periode menular cacar akan berakhir.

Cacar air biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami penurunan daya tahan tubuh. Karena penyebabnya virus, maka penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dan setelah itu anak akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Pengobatan terbaik adalah meningkatkan daya tahan tubuh anak melalui asupan makanan bergizi dan memastikan anak cukup istirahat. Meski demikian, agar penanganannya tepat, akan lebih baik bila meminta saran ahli medis. Dokter dapat mengkonfirmasi apakah anak Anda memang terkena cacar dan mungkin meresepkan obat untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit.

Sumber gambar : caralogis.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY