Gejala dan Cara Atasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda sering memperhatikan anak Anda saat buang air kecil? Bila Anda mendapati anak Anda kesakitan saat pipis, maka Anda patut khawatir. Bisa jadi anak Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

ISK adalah infeksi yang terjadi pada ginjal dan saluran kemih. ISK perlu mendapat perhatian orangtua karena ISK merupakan penyakit yang sering menyebabkan gagal ginjal pada anak. Akibatnya bila ini terjadi, si anak memerlukan tindakan cuci darah (dialisis) dan cangkok ginjal (transplantasi ginjal).

ISK paling sering disebabkan oleh kuman Escherichia coli (E.coli), yaitu sekitar 60–80 persen dari kasus yang ada. Kuman ini berasal dari saluran pencernaan. Selain kuman E. coli, ISK dapat disebabkan oleh kuman lain, seperti Klebsiela, Proteus, Enterokokus, Enterobakter, dan sebagainya. ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan karena uretra anak perempuan lebih pendek dan lebih dekat ke anus dibandingkan anak laki-laki. Anak laki-laki yang belum disunat juga memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena ISK.

Gejala klinis ISK pada anak sangat bervariasi, bergantung pada usia, tempat infeksi, dan reaksi peradangan. Pada sebagian anak, ISK tidak menunjukkan gejala klinis dan disebut dengan ISK asimtomatik. Pada bayi baru lahir (neonatus), gejala klinis tidak spesifik sehingga sering tidak terdeteksi.

Pada umumnya, gejala ISK dapat berupa:

  • Apatis
  • Kesulitan minum
  • Tampak kuning
  • Gagal tumbuh
  • Muntah
  • Diare
  • Suhu tubuh turun atau meningkat

Pada bayi usia satu bulan sampai satu tahun, gejala klinis dapat berupa:

  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Gagal tumbuh
  • Nafsu makan berkurang
  • Cengeng
  • Tampak kuning
  • Kolik
  • Muntah
  • Diare

Pada anak lebih besar, gejala penyakit biasanya lebih khas, seperti:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Anyang-anyangan
  • Ngompol
  • Air kemih keruh
  • Nyeri pinggang
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Demam tinggi disertai menggigil
  • Terkadang kejang

Untuk menentukan adanya ISK, diperlukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan air kemih (urinalisis), biakan air kemih, dan darah. Urinalisis dilakukan untuk melihat tanda infeksi, seperti adanya leukosit (sel darah putih), reaksi nitrit, leukosit esterase. Untuk biakan air kemih, diperlukan pengambilan sampel urine yang sesuai.

Infeksi saluran kencing dapat diobati dengan antibiotik. Jenis antibiotik yang digunakan dan berapa lama akan tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi dan seberapa parah infeksi terjadi.

Beberapa hari setelah diberikan antibiotik, dokter mungkin akan mengulang tes urine untuk memastikan bahwa infeksi benar-benar hilang.

Sangat penting untuk memastikan infeksi sudah bersih karena ISK yang tidak diobati secara pernuh dapat kambuh dan menyebar. Selain itu, jika dibiarkan tanpa diobati, ISK bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen atau bahkan gagal ginjal. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here