Gejala dan Cara Memahami Dislokasi Sendi atau Cidera Sendi

0
2
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah Anda merasa nyeri seakan-akan otot Anda tertarik setelah mengalami benturan keras atau kecelakaan? Jika Anda pernah mengalaminya, bisa jadi itu merupakan dislokasi sendi. Untuk memastikannya, yuk cari tahu penjelasan dan gejala dislokasi sendi.

Dislokasi adalah cedera pada sendi. Cedera ini merupakan suatu kondisi di mana posisi tulang pada tubuh tidak berada pada tempat yang tepat. Dislokasi terjadi karena berbagai sebab. Salah satu penyebabnya adalah gerakan memuntir atau memilin sehingga membuat tulang tertarik keluar dari posisi normalnya dalam sendi.

Yang perlu diperhatikan, sebagian besar kasus dislokasi terjadi akibat benturan yang dialami oleh sendi, misalnya saat berolah raga atau jatuh dari sepeda. Sendi yang pernah mengalami dislokasi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami dislokasi kembali di kemudian hari.

Dislokasi dapat menimpa siapa saja, tanpa batasan usia. Tapi, orang yang lebih tua cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama yang mudah jatuh dan memiliki keterbatasan dalam pergerakan. Anak-anak juga memiliki risiko yang lebih besar jika tidak diawasi saat bermain di area yang tidak aman.

Umumnya, diskolasi terjadi pada jari dan bahu. Selain itu, persendian lain, seperti lutut, pinggul, siku tangan maupun pergelangan kaki juga bisa mengalami cedera ini.

Pada bagian tubuh atas, yaitu sendi bahu, dapat terjadi kasus dislokasi yang disebabkan oleh komplikasi pada fraktur atau patahnya ujung atas tulang humerus atau tulang lengan atas. Pada sendi sterno-klavikular dapat mengalami dislokasi ke depan atau ke belakang sebagai akibat dari kasus jatuh dengan keras di atas bahu. Kasus ini dapat terjadi pada penunggang kuda. Sementara itu, pada bagian tulang radius, akan terjadi dislokasi bila mengalami penggeseran ke arah depan. Hal ini dapat terjadi karena proses jatuh dengan lengan bawah dalam keadaan lurus dan supinasi.

Dislokasi biasanya dapat dikenali melalui gejala-gejala sebagai berikut:

  • Adanya benjolan aneh di dekat tempurung atau soket sendi
  • Pembengkakan dan lebam pada sendi
  • Tulang terlihat tidak pada tempatnya
  • Nyeri saat bergerak
  • Mati rasa atau kesemutan sekitar area yang terdislokasi
  • Tidak dapat bergerak

Dislokasi sendi termasuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis untuk mengembalikan tulang pada posisi yang seharusnya. Oleh sebab itu, penderita dianjurkan untuk segera ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala di atas.

Dislokasi cenderung sulit dibedakan dengan patah tulang. Maka, dokter kemungkinan akan menganjurkan X-ray dan MRI scan untuk memastikan diagnosis selain memeriksa kerusakan bentuk sendi dan sirkulasi darah di area tersebut. Keadaan kulit di area itu juga diperiksa untuk mencari adanya luka terbuka.

Setelah penderita positif mengalami dislokasi sendi, dokter akan menentukan pengobatan yang akan dijalani berdasarkan sendi yang mengalami dislokasi dan tingkat keparahannya (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY