Gejala dan Cara Penanganan Penyakit Mycoplasma Genitalium

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mycoplasma genitalium atau MG tidak sama dengan Ebola yang merupakan jenis penyakit baru dan berbahaya. Penyakit ini sebenarnya muncul pertama kali pada tahun 1980-an di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Kemunculannya selalu terjadi pada saat musim panas sehingga gangguan ini sering disebut sebagai wabah musim libur.

MG adalah bakteri yang menyerang sistem reproduksi, baik pada pria dan wanita. Sekilas penyakit ini hampir mirip dengan penyakit seks umum yang dialami masyarakat. Namun, penyebarannya bisa berjalan dengan cepat sehingga bisa menyebabkan pandemi di lingkungan masyarakat. Penularan Mycoplasma genitalium serupa dengan penyakit menular seksual lain yakni lewat hubungan seks tanpa kondom

Tidak semua infeksi MG memiliki ciri atau gejala. Pada pria, ciri penyakit terlihat dengan jelas. Tapi, pada wanita kadang tidak terlihat atau menyerupai penyakit lainnya.

Pada pria, tanda dari MG terlihat dengan jelas setelah infeksi terjadi. Pria akan sering merasakan sakit pada saluran kencing. Rasa sakit yang disertai juga dengan rasa panas ini muncul saat buang air kecil. Selain itu pria juga sering sakit saat mengalami ejakulasi atau saat ereksi.

Tanda yang diperlihatkan pada pria mirip sekali dengan klamidia. Namun, sekilas ada perbedaan pada kemampuannya dalam merespons obat. Kalau klamidia, antibiotik tradisional bisa digunakan untuk mengobati, tapi kalau MG tidak bisa karena resisten.

Tanda MG pada wanita juga mirip sekali saat mereka mengidap klamidia. Area panggul akan mengalami infeksi, terjadi perdarahan di antara siklus menstruasi, demam tinggi secara tidak normal dan adanya cairan berbau busuk yang keluar seperti keputihan patogen.

Akhirnya, wanita akan mengalami infeksi serviks (leher rahim) dan penyakit radang panggul, kata ahli penyakit menular, Amesh A Adalja dari John Hopkins Centre for Health Security.

Cara termudah untuk mengetahui apakah wanita mengalami gangguan MG atau karena klamidia, obat klamidia akan diberikan. Kalau respons terhadap obat tidak ada kemungkinan MG cukup besar sehingga wanita disarankan untuk melakukan perawatan lebih lanjut.

MG harus segera ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan efek yang lebih serius. Salah satu efek yang akan ditimbulkan oleh MG adalah kemandulan pada wanita. Pada pria efeknya hanya sebatas rasa sakit pada saluran kemih.

Cara terbaik untuk mengatasi MG adalah dengan memberikan obat yang berhubungan dengan klamidia. Pemberian obat ini memiliki kemungkinan sembuh sekitar 50 persen. Jadi, pemberian antibiotik biasa bisa diberikan untuk tahap awal.

Kalau pada tahap awal penyembuhan ini tidak ada respons positif, penyembuhan dengan antibiotik harus dilakukan. Pemilihan antibiotik akan disesuaikan dengan kebutuhan dan menyasar sumber secara langsung. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here