Gejala dan Komplikasi Kanker Mata Retinoblastoma

0
4
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Retinoblastoma adalah kanker mata yang kasusnya lebih sering dijumpai pada anak-anak ketimbang orang dewasa. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Sejauh ini para peneliti meyakini bahwa kemunculan retinoblastoma pada anak-anak berkaitan dengan mutasi genetik yang diwariskan dari orangtuanya.

Pada retinoblastoma, mutasi genetik menyebabkan sel-sel pada retina tumbuh secara cepat dan tak terkendali sehingga akhirnya membuat sel-sel sehat mati. Tak hanya sebatas retina, sel kanker pada gilirannya dapat memengaruhi area mata yang lebih dalam dan struktur di sekitarnya. Lebih parah lagi, sel kanker dapat bermetastasis ke area tubuh lainnya, termasuk otak dan tulang belakang.

Kabar baiknya, retinoblastoma bisa disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai ketika sel kanker masih stadium awal sebelum sel kanker memengaruhi bola mata. Oleh karenanya, para orangtua perlu jeli mengenali adanya masalah pada mata anak terutama bila memiliki riwayat keluarga retinoblastoma.

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang banyak ditemukan pada anak usia di bawah 5 tahun. Karenanya, mungkin sulit bagi orangtua untuk mengetahui apakah anak mengidap retinoblastoma karena anak belum bisa memberitahu secara jelas gejala-gejala yang dirasakan. Jangan tunda waktu untuk segera memeriksakan kondisi anak ke dokter jika Anda melihat adanya perubahan mencurigakan pada mata anak dan penting juga bagi para orangtua agar tidak mengabaikan masalah penglihatan yang dikeluhkan anak. Secara umum, gejala retinoblastoma pada anak-anak meliputi:

  • Adanya bayangan putih tak biasa pada lingkaran tengah mata (pupil) ketika cahaya menyinari mata.
  • Mata merah atau meradang, biasanya tidak disertai rasa sakit.
  • Menurunnya kemampuan fokus mata pada wajah atau benda.
  • Ketidakmampuan mengontrol gerakan mata.

Karena sel kanker memengaruhi retina, anak menjadi sangat rentan kehilangan fungsi penglihatannya. Kebutaan parsial ataupun kebutaan total pada satu atau kedua mata merupakan salah satu komplikasi yang bisa terjadi. Namun, bila diobati sejak dini, tingkat keberhasilan penyembuhan retinoblastoma sangat tinggi, diperkirakan antara 90% sampai 95%.

Meski perawatan berjalan dengan baik, orangtua tetap perlu waspada karena anak yang pernah menderita retinoblastoma berisiko memiliki kanker berulang pada area mata yang dulu menjadi target perawatan. Setelah pengobatan, anak-anak yang menderita retinoblastoma karena faktor genetik juga menjadi lebih berisiko menderita jenis kanker lain di berbagai bagian tubuh. Maka dari itu, anak-anak dengan retinoblastoma disarankan untuk melakukan skrining kanker secara rutin. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY