Gejala dan Penanganan Asma pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika kasus penyakit asma kian meningkat selama lebih dari 15 tahun terakhir di dunia. Tidak hanya pada orang dewasa, penyakit asma juga menyerang anak-anak. Lantas apa saja gejala asma pada anak-anak dan bagaimana pula cara menanggulanginya?

Definisi penyakit asma dan dampaknya

Menurut Brunner & Suddarth (2001) asma adalah penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang diakibatkan oleh reaksi hiperresponsif sel imun tubuh seperti eosinophils, mast sel, serta T-lymphocytes terhadap stimuli tertentu. Situasi ini menyebabkan gejala whizzing, dyspnea, atau batuk yang diakibatkan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel serta terjadi secara episodik berulang.

Menurut Prasetyo (2010) asma, bengek atau mengi merupakan beberapa istilah yang biasa dipakai pada seseorang (pasien) yang menderita penyakit asma. Asma sebenarnya bukan penyakit menular, namun muncul karena faktor keturunan (genetik) sangat memiliki peranan besar.

Setiap penyakit tentu saja menimbulkan berbagai dampak negatif, tidak terkecuali asma. Dampak buruk penyakit asma antara lain penderita bisa mengalami penurunan kualitas hidup, produktivitas kerja yang menurun, kemunduran prestasi di sekolah, meningkatnya biaya kesehatan karena perawatan di rumah sakit, hingga menyebabkan kematian (Muchid dkk,2007).

Penyakit asma pada anak-anak

Seorang anak yang menderita penyakit asma tentu saja membuat orang tua khawatir. Pasalnya penyakit asma bisa menurunkan aktivitas anak di keluarga, lingkungan, atau pun sekolah. Ketika gejala asma kambuh, maka anak harus berhenti sejenak dari aktivitasnya untuk beristirahat.

Menderita penyakit asma membuat seorang anak tidak bisa fokus dalam menjalani aktivitas. Dibutuhkan perhatian ekstra oleh orangtua agar siap mengambil tindakan apabila suatu saat penyakit asma pada anak kambuh.

Dalam beberapa laporan, penyakit asma dapat muncul saat bayi baru lahir sebagai kondisi bawaan (genetik). Namun asma juga bisa muncul dalam kondisi tertentu, saat anak menginjak usia lebih dari 4 tahun. Apabila seorang anak telah didiagnosa oleh dokter terkena penyakit asma, maka orangtua harus sadar untuk lebih meningkatkan perhatiannya.

Gejala penyakit asma pada anak

Adal gejala-gejala khusus pada anak yang menderita penyakit asma. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini gejala asma pada anak yang perlu diketahui orang tua.

  1. Anak lebih sering batuk saat malam hari, namun kelihatan normal di siang hari.
  2. Anak saat bernafas mengeluarkan bunyi seperti peluit ringan.
  3. Anak mengalami kesulitan bernafas pada malam hari.
  4. Anak merasa tidak nyaman karena dada sakit atau nyeri.
  5. Anak menjadi tak bersemangat dalam beraktivitas dengan teman-temannya.

Penanganan penyakit asma pada anak

Seperti yang diketahui jika serangan penyakit asma dapat muncul kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu orang tua harus lebih waspada terhadap kondisi anak yang telah didiagnosa menderita penyakit. Berikut ini cara penanganan penyakit asma pada anak yang bisa dilakukan orang tua.

  1. Orangtua harus segera melakukan perawatan cepat dengan Inhaler.
  2. Orangtua bisa menggunakan pemakaian obat asma dari dokter dalam jangka panjang.
  3. Orangtua perlu menghindari segala hal yang bisa sebagai pemicu serangan asma pada anak.
  4. Orangtua perlu melakukan pencegahan alergi dengan vaksin.
  5. Orangtua perlu menerapkan pola makan sehat pada anak. Buah-buahan yang cocok untuk anak yang menderita asma antara lain apel, wortel, dan alpukat. (APt).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY