Gejala dan Penyebab Disfungsi Ereksi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Disfungsi ereksi atau yang juga diistilahkan impotensi, merupakan ketidakmampuan dalam mencapai atau menjaga ereksi ketika penetrasi. Disfungsi ereksi bisa diakibatkan karena terhambatnya aliran darah, kerusakan pada syaraf, terganggunya hormon, pemakaian obat-obatan tertentu, hingga masalah psikologis.

Disfungsi ereksi bisa ringan dan parah

Disfungsi ereksi dapat digolongkan ke dalam kondisi yang ringan dan parah. Pria yang mengalami disfungsi ereksi ringan, terkadang bisa mencapai ereksi penuh. Hanya saja lebih sering mencapai ereksi yang kurang atau sama sekali tidak mengalami ereksi. Sementara itu pria yang mengalami disfungsi ereksi parah, dipastikan jarang mencapai ereksi.

Peluang disfungsi ereksi akan menjadi lebih besar seiring bertambahnya usia, meskipun demikian bukan menjadi bagian dari proses penuaan. Setidaknya separuh dari pria yang berumur 65 tahun atau tiga perempat dari pria yang berumur 80 tahun, kecenderungannya mengalami disfungsi ereksi.

Gejala-gejala disfungsi ereksi

Terdapat gejala-gejala khusus bagi pria yang mengalami disfungsi ereksi. Seperti yang diketahui jika dalam mencapai ereksi, penis memerlukan peredaran darah yang cukup. Selain itu dibutuhkan juga fungsi yang tepat pada syaraf untuk darah di area penis.

Di lain pihak gangguan-gangguan bisa muncul sehingga mempersempit arteri atau mengurangi pemasukan darah. Gangguan-gangguan tersebut seperti penyakit diabetes, atherosclerosis, hipertensi, hingga tingkat kolesterol yang tinggi. Gangguan-gangguan itu tentu saja mengakibatkan disfungsi ereksi.

Pria yang disfungsi ereksi akan mengalami ketidaknormalan dalam pembuluh pada penis. Pasalnya pembuluh dapat kembali mengalirkan darah ke tubuh dengan cepat, sehingga ereksi tidak mampu dipertahankan. Kondisi ini yang sering dialami oleh kebanyakan pria yang mengalami disfungsi ereksi.

Selain itu gejala disfungsi ereksi lainnya adalah kerusakan syaraf di area penis. Kerusakan syaraf juga bisa terjadi di bagian panggul atau pria yang pernah melakukan operasi perut. Syaraf yang rusak akan menyebabkan sistem peredaran darah di area penis menjadi tidak maksimal, sehingga peluang terjadinya disfungsi ereksi menjadi besar.

Gejala yang umum akan dialami pria yang mengalami disfungsi ereksi adalah gairah seks (libido) yang seringkali menurun. Pria yang mengalami disfungsi ereksi memiliki kesulitan dalam berhubungan seksual, karena penis yang ereksi tidak bisa keras. Beberapa pria bahkan berhenti mengalami ereksi saat tidur atau ketika bangun.

Faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi

Faktor-faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi cukup beragam. Diantaranya akibat serangan penyakit tertentu, tekanan psikologis, merokok, mengkonsumsi alkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, gangguan hormon, stres, dan lain-lain.

Setiap pria terkadang tidak mampu mencapai ereksi, namun kondisi tersebut masih dapat dikatakan normal. Situasi menjadi tidak normal apabila kesulitan ereksi terjadi secara terus-menerus. Pemeriksaan fisik, tes darah, uji ereksi, hingga ultrasonography bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi munculnya gangguan disfungsi ereksi pada pria. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY