Gejala dan Penyebab Infeksi Usus

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Infeksi usus merupaka penyakit yang akan berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Jika Anda merasa mual, mencret, badan demam atau panas, jangan-jangan itu merupakan tanda-tanda dan gejala infeksi usus. Penyakit ini bisa menjadi serius tergantung pada mikroorganisme penyebabnya. Perhatikan setiap gejala yang muncul karena ini akan membantu dokter dalam menentukan penyebab infeksi usus sehingga dapat diobati dengan tepat.

Gejala Infeksi Usus

Beberapa ciri-ciri, tanda, dan gejala berikut dapat mengindikasikan seseorang terkena infeksi usus.

  • Tidak nafsu makan. Sistem pencernaann akan mulai ngambek karena sedang meradang. Kehilangan nafsu makan merupakan gejala infeksi usus yang sering terjadi serta menjadi tanda adanya masalah pencernaan lainnya.
  • Hilangnya nafsu makan sering disertai dengan mual, sering digambarkan sebagai perasaan ingin muntah. Sakit perut. Ketika infeksi menjadi lebih parah maka seseorang akan merasakan nyeri atau sakit di daerah perut. Tingkat keparahan rasa sakit ini akan tergantung pada lokasi dan penyebab infeksi usus.
  • Kram Perut. Bakteri penyebab infeksi biasanya akan menyebabkan kram di perut. Kram akan sering berlangsung selama 3-4 menit pada suatu waktu, dan dapat menjadi semakin parah dan semakin sering.
  • Badan panas atau demam merupakan gejala umum terjadinya infeksi. Tidak hanya pada infeksi usus. Jadi, ketika terjadi gangguan pencernaan dan disertai demam, maka bisa dicurigai seseorang terkena infeksi usus.
  • Jika seseorang jarang makan, mungkin ia akan mulai mengalami sembelit. Hal ini juga menjadi gejala infeksi usus yang sering terjadi oleh cacing usus.
  • Ketika patogen (organisme penyebab) bergerak lebih jauh ke dalam saluran pencernaan, maka dapat menyebabkan diare karena bisa saja terjadi iritasi pada usus ataupun tubuh berusaha untuk membersihkannya dengan cara membuangnya lewat BAB, ini juga merupakan gejala infeksi usus yang paling sering terjadi. Sakit kepala. Seiring dengan demam dan terjadinya dehidrasi karena diare dan kurang cairan, sakit kepala pun dapat muncul.

Penyebab Infeksi Usus

Infeksi usus sering juga melibatkan lambung, oleh karena itu kita sebut sebagai gastointestinal infection (gastro=lambung, intestinal=usus) hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah besar mikroorganisme, dan berikut ini merupakan penyebab infeksi usus yang paling utama.

  • Virus ini dapat menyebabkan diare, demam, konjungtivitis, infeksi kandung kemih dan ruam, tetapi gejala yang paling umum adalah penyakit pernapasan. Ini merupakan penyebab tersering kedua diare pada anak setelah rotavirus.
  • Salah satu bakteri yang menjadi penyebab tersering infeksi usus di seluruh dunia dan sering pada anak di bawah dua tahun. Ditandai dengan diare (kadang berdarah), kram perut, muntah dan demam. Sering melalui makanan mentah atau kurang matang atau melalui susu yang terkontaminasi.
  • Clostridium difficile. Bakteri ini bertanggung jawab sampai 25% kasus diare terkait antibiotik yang paling sering terjadi di rumah sakit. Pasien usia lanjut dan daya tahan tubuh lemah yang paling berisiko. Strain C. difficile sering menyebabkan wabah, peningkatan morbiditas dan mortalitas.
  • Escherichia coli. Merupakan penyebab utama penyakit diare di negara berkembang, terutama di kalangan anak-anak. E. coli didapat melalui konsumsi air yang terkontaminasi dengan kotoran manusia atau hewan.
  • Helicobacter pylori. Merupakan penyebab gastritis dan berhubungan dengan perkembangan ulkus lambung (infeksi lambung) dan duodenum. Gejalanya berupa sakit perut atau mual, tetapi dalam banyak kasus tidak ada gejala.
  • Merupakan penyebab tersering diare pada anak-anak dan bayi dan bertanggung jawab untuk kasus yang paling parah.
  • Salmonella dan Shigella. Salmonella merupakan bakteri yang juga menyebabkan penyakit tipes. Gejala akut termasuk mual, muntah, kram perut, diare, demam, dan sakit kepala. Sedangkan Shigella sering ditemukan dalam air yang tercemar kotoran manusia. Gejala Shigellosis (disentri basiler) meliputi nyeri perut, kram, diare dengan feses disertai darah dan lendir, demam, dan muntah.

Staphylococcus aureus. Merupakan bakteri tersering yang menyebabkan keracunan makanan, ditandai dengan tiba-tiba mual, kram, muntah, dan diare yang berlangsung 1-2 hari. Patogen oportunistik ini dapat ditemukan pada manusia (kulit, luka terinfeksi, hidung dan tenggorokan) dan telah dikaitkan dengan berbagai makanan termasuk daging dan produk daging, unggas dan produk telur, salad, produk roti, dan produk susu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY