Gejala dan Penyebab Kanker Testis yang Perlu Diwaspadai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Testis adalah organ reproduksi pria berbentuk oval yang terletak di dalam kantong kemaluan (skrotum). Jika Anda melihat satu atau kedua testis mengalami pembengkakan atau skrotum membesar, jangan diabaikan. Masalah pada testis adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan seorang pria menjadi infertil. Ini karena testis memegang penting dalam fungsi reproduksi yang sehat, yaitu produksi sperma dan testosteron. Masalah pada testis itu sendiri banyak jenisnya. Namun, salah satu yang serius adalah kanker testis. Kanker ini seringkali ditemukan pria pada usia 15-49 tahun.

Benjolan kanker testis membuat skrotum terasa lebih berat disertai nyeri di area selangkangan, sakit punggung, dan adanya kumpulan cairan dalam skrotum. Meski adanya benjolan ataupun pembengkakan testis tak selalu berarti kanker, tetap saja ini perlu diwaspadai. Lebih baik segera periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi medis dibalik benjolan tersebut. Terlebih bila ada gejala-gejala lain yang menyertainya yang berlangsung lebih dari dua minggu.

Pertumbuhan kanker pada testis berawal dari perubahan sel-sel sehat di testis. Normalnya, sel-sel dalam testis tumbuh dan membelah secara teratur agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Tapi, terkadang mekanisme ini menjadi tidak normal, di mana pertumbuhannya tak terkendali dan pada akhirnya terakumulasi membentuk massa di testis. Kebanyakan kanker testis berkembang dalam sel-sel germinal, yaitu sel yang memproduksi sperma. Apa yang menyebabkan ini belum diketahui secara pasti. Namun, diduga ada pengaruh dari faktor-faktor di bawah ini:

  • Testis tidak turun. Testis akan terbentuk di daerah perut selama masa perkembangan janin dan biasanya turun ke skrotum sebelum waktu kelahiran atau pada tahun pertama setelah bayi dilahirkan. Namun, beberapa pria memiliki testis yang tidak turun. Kondisi ini disebut kriptorkismus. Pria yang memiliki testis yang tidak pernah turun beresiko lebih besar terkena kanker testis. Risikonya tetap tinggi meski testis yang tidak turun telah dikoreksi melalui operasi.
  • Riwayat kesehatan keluarga. Pria yang memiliki ayah atau saudara kandung laki-laki yang pernah memiliki kanker testis menjadi lebih berisiko beberapa kali lipat terkena kanker testis.
  • Merokok. Orang yang merokok untuk jangka waktu yang lama sama saja dengan menimbun radikal bebas. Pada gilirannya, ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker di berbagai organ tubuh.
  • HIV/AIDS. Menurut penelitian, penderita HIV/AIDS lebih rentan mengalami kanker testis.
  • Klinefelter’s syndrome. Kondisi ini mendefinisikan seorang anak laki-laki yang terlahir dengan kromosom X tambahan. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY