Gejala Hipoksia pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Jika Anda seorang wanita dan sering mengalami kondisi pusing tiba-tiba, sebaiknya Anda harus lebih berhat-hati dengan kondisi tersebut. Karena kondisi ini bisa saja disebabkan oleh banyak hal seperti anemia atau stres berat, selain itu pusing yang Anda alami bisa jadi disebabkan oleh gejala hipoksia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai gejala-gejala dari hipoksia.

Apa itu hipoksia? Hipoksia adalah kondisi kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Hipoksia bisa merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia, yaitu rendahnya pasokan oksigen pada pembuluh darah bersih (pembuluh arteri). Otak manusia memanfaatkan sekitar 20% dari oksigen yang digunakan oleh tubuh kita. Karena otak selalu membutuhkan oksigen untuk menjalankan fungsinya, kurangnya ketersediaan oksigen dapat memiliki dampak negatif pada fungsi otak. Sel-sel otak sangat rentan terhadap perubahan pasokan oksigen. Situasi yang membahayakan jiwa seperti koma atau kematian otak bisa muncul jika timbul gangguan dalam pasokan oksigen ke otak untuk jangka waktu lama.

Hipoksia merupakan kondisi yang membahayakan tubuh Anda, karena otak, hati, dan organ lainnya bisa rusak dengan cepat ketika tidak mendapat oksigen yang cukup. Kondisi ini juga bisa terjadi pada bayi prematur, disebabkan paru-parunya belum berkembang sempurna.

Kita juga harus selalu waspada akan hipoksia saat berada pada lingkungan dengan kadar oksigen rendah seperti pegunungan, dalam penerbangan, berada di dalam air, atau di area kebakaran.

Penyebab dari hipoksia adalah terjadinya kelainan pada fungsi dan struktur  pernapasan dan sirkulasi darah Anda. Selain itu ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya hipoksia, antara lain:

  • Penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Emfisema
  • Bronkitis
  • Edema paru (cairan di paru-paru)
  • Anemia (rendahnya jumlah sel darah merah yang membawa oksigen)
  • Keracunan sianida

Selain hal-hal diatas hipoksia juga bisa diakibatkan dari serangan asma yang parah. Selama serangan asma berlangsung, jalur pernapasan Anda menyempit secara signifikan, membuatnya sangat sulit untuk mendapatkan cukup udara ke dalam paru-paru. Pengaruh dari obat yang Anda minum terkadang dapat juga menyebabkan hipoksia, seperti obat nyeri dosis tinggi dan obat lain yang menahan napas.

Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh hipoksia agar Anda dapat segera mengenali dan memberikan penanganan. Meskipun gejala hipoksia bervariasi pada setiap orang,  terdapat tanda-tanda dan gejala hipoksia yang umum seperti:

  • Terjadi masalah di saluran pernapasan seperti sesak napas, napas cepat, batuk, dan mengi.
  • Terajdi masalah saluran kardiovaskular seperti denyut jantung menajdi sangat cepat.
  • Terjadi masalah otak atau masalah kesadaran seperti sakit kepala dan kebingungan, halusinasi.
  • Terjadi perubahan pada warna kulit Anda, biasanya warna kulit berubah mulai dari biru ke merah ceri.
  • Gejala lainnya seperti gelisah, halusinasi dan berkeringat.

Jika kondisi hipoksia yang dialami sudah sangat parah, hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kejang, koma, berhentinya nafas, dan tidak adanya refleks otak. Seseorang dapat dikatakan mati otak ketika terjadi kerusakan otak dan hilangnya fungsi otak, tapi jantung terus berdenyut, sedangkan pernafasan dibantu dengan ventilator mekanik. Penderita yang koma dapat menampilkan beberapa tanda-tanda yang menunjukkan berfungsinya beberapa bagian otak. Namun, jumlah aktivitas otak dapat bervariasi setiap orangnya.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kondisi hipoksia bisa sangat berbahaya dan mengancam kejiwaan Anda jika dibiarkan dan tidak segera diberikan penanganan. Oksigen dalam darah sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk otak kita, menjaga kondisi tubuh Anda agar tetap sehat dan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan Anda terkena penyakit ini akan lebih baik sebagai langkah pencegahan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY