Gejala Kanker Prostat

SehatFresh.com – Prostat adalah kelenjar seks pria yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kencing (uretra). Ukuran organ ini sebesar biji kemiri dengan diamater empat sentimeter. Semakin bertambah usia, ukuran prostat akan semakin membesar. Pada pria usia 25-30 tahun prostat mencapai berat maksimal, sekitar 25 gram.

Prostat memegang peranan sangat penting dalam memproduksi cairan mani. Ada beberapa permasalahan yang sering terjadi pada prostat. Menurut beberapa referensi, sekitar 90% laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas mengalami gangguan berupa pembesaran kelenjar prostat. Inilah yang biasa disebut hiperplasia prostat jinak atau BPH (benign prostate hyperplasia).

Gejala yang ditimbulkan oleh pembengkakan kelenjar prostat hampir mirip dengan gejala kanker prostat. Untuk memastikan apakah hanya terjadi pembesaran kelenjar prostat atau gejala kanker prostat, seorang pria dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan bila mengalami gejala berikut:

  • Sulit berkemih. Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit-sedikit. Gejala ini muncul akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih.
  • Nyeri saat berkemih. Masalah ini juga disebabkan adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.
  • Keluar darah saat berkemih. Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar-samar, atau hanya berwarna merah muda. Terkadang infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.
  • Sulit ereksi atau menahan ereksi. Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.
  • Sulit buang air besar (BAB) dan masalah saluran pencernaan lainnya. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor, pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran pencernaan bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.
  • Nyeri terus-menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas. Sering kali, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul, dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan.
  • Sering berkemih di malam hari. Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.
  • Urin yang menetes atau tidak cukup kuat. Gejala ini mirip inkontinensia urin (mengompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.
  • Usia di atas 50 dan mempunyai faktor resiko, Karena tidak menimbulkan gejala, maka pria yang memiliki faktor resiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memiliki pola hidup sehat, yaitu dengan rajin  mengonsumsi banyak sayuran dan buah, kurangi makanan berlemak, hindari rokok dan alkohol, konsumsi makanan/minuman yang mengandung antioksidan dan omega-3.

Anda juga harus ajin berolahraga, banyak dokter mengamati bahwa pria bertubuh bugar jarang mengalami masalah prostat ketimbang mereka yang lebih banyak duduk. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan yang teratur (satu tahun sekali) terutama bagi yang memiliki faktor resiko tinggi terkena kanker prostat.

 Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY