Gejala Kelebihan Zat Kalium (Hiperkalemia) pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hyperkalemia ialah sebuah keadaan dimana tubuh mengalami kelebihan zat Kalium. Kelebihan zat Kalium ini membuat penderitanya sering merasa mual, badan mudah merasa lelah, dan sering mengalami kesemutan. Jika tidak segera ditangani, gejala yang timbul akan lebih berbahaya, yakni detak jantung melambat dan nadi menjadi lemah.

Hal ini disebabkan oleh fungsi kalium yang menjadi tampat bagi arus listrik pada otot jantung. Peningkatan jumlah ion kalium ekstraseluler dapat mengurangi perangsangan miokardium dan menekan jaringan pacemaker jantung dan arus konduksi otot jantung. Konsentrasi kalium darah yang tinggi akan sangat mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung, apabila konsentrasi tinggi ini terus berlanjut maka irama jantung akan menjadi tidak normal dan jantung menjadi berhenti berdenyut.

Sebenarnya, kalium memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia, terutama untuk memperlancar dan menormalkan fungsi otot, saraf, serta jantung. Karena berkaitan dengan kinerja jantung, maka kelebihan kalium bukan tidak mungkin dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, yaitu terganggunya aktivitas elektrik di dalam jantung yang ditandai dengan melambatnya detak jantung. Bahkan pada kasus hiperkalemia parah, jantung dapat berhenti berdetak dan menyebabkan kematian.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan jumlah kalium di dalam tubuh, salah satunya karena efek samping penggunaan obat-obatan diuretik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor). Selain akibat efek samping obat, hiperkalemia juga bisa disebabkan oleh:

  • Kerusakan jaringan tubuh akibat cedera parah (trauma), penyakit rhabdomyolysis, efek samping operasi, kerusakan sel-sel tumor ataupun sel-sel darah merah, dan luka bakar.
  • Merembesnya kalium yang terdapat pada sel-sel ke dalam aliran darah (misalnya pada kasus ketoasidosis diabetik, salah satu komplikasi penyakit diabetes tipe 1).
  • Gangguan pada kinerja ginjal dalam membuang kalium, misalnya akibat penyakit gagal ginjal, adanya batu pada saluran kemih, penyakit glomerulonephritis, penyakit kelenjar adrenal, dan efek samping pencangkokan ginjal yang gagal.
  • Penyakit Addison akan menyebabkan kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk merangsang pembuangan kalium melalui ginjal dalam jumlah cukup.
  • Pelepasan kalium dalam jumlah besar dari dalam sel yang terjadi secara tiba – tiba juga bias menjadi salah satu penyebabnya.

Untuk mengobati penyakit ini, tergantung pada apa yang dialami oleh pasien. Seperti misalnya merembesnya Kalium pada pembulu darah. Maka, pemberian salbutamol atau penyuntikan insulin dan glukosa merupakan cara yang paling tepat.

Pembuangan Kalium melalui saluran pencernaan juga bias dilakukan. Pasien harus mengonsumsiobat penukar ion yang bias mengikat Kalium tersebut. Untuk pasien yang mengalami Hiperkalemia yang cukup parah, dapat dilakukan proses cuci darah di rumah sakit.

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, pasien juga dapat melakukan diet sehat dirumah. Hal ini bias dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kadar zat Kalium rendah. nasi, sereal, roti, keju, susu, selada, lobak, buah tomat, buah pir, mentimun, dan lemon.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY