Gejala Keracunan Timbal dan Kapan Harus ke Dokter?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Timbal adalah logam yang secara alami terdapat di kerak bumi. Seiring perkembangan zaman, aktivitas manusia seperti pertambangan, pembakaran bahan bakar fosil dan manufaktur membuat timbal tersebar lebih luas. Paparan timbal berkelanjutan pada manusia dapat menyebabkan keracunan timbal disertai komplikasi serius yang mungkin berlangsung jangka panjang.

Keracunan timbal bisa terjadi pada siapa saja, namun balita memiliki risiko lebih tinggi. Terlebih bila mereka tinggal di rumah zaman dulu yang masih menggunakan cat berbasis timbal. Beberapa mainan elektronik yang menggunakan baterai, mainan bercat dan mainan plastik juga mungkin mengandung timbal. Timbal dalam jumlah kecil sudah bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Pada balita, tingkat timbal yang tinggi dapat memengaruhi perkembangan mental dan fisik sehingga menghambatnya mencapai potensi tumbuh kembang yang optimal. Pada tingkat yang sangat tinggi, keracunan timbal bisa berakibat fatal, termasuk kematian.

Orang yang tampak sehat mungkin memiliki tingkat timbal yang tinggi dalam tubuhnya. Hal ini karena keracunan timbal sulit terdeteksi pada tahap awal. Seiring tingkat timbal yang makin tinggi, dalam hitungan bulan atau tahun gejala akan semakin terlihat. Hampir semua sistem tubuh bisa terpengaruh. Secara umum, gejala keracunan timbal meliputi:

  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan menurun
  • Kelelahan
  • Kelesuan
  • Gangguan pencernaan
  • Muntah
  • Gangguan pendengaran
  • Anemia

Gejala yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf:

  • Masalah belajar, di mana anak mungkin menyerap pelajaran lebih lambat dari anak lain seusianya.
  • Masalah perilaku, seperti mudah tersinggung, murung, atau menjadi hiperaktif.

Kadar timbal yang sangat tinggi dapat menyebabkan gejala darurat, seperti:

  • Kram perut parah
  • Lemah otot
  • Tersandung saat berjalan
  • Kejang
  • Koma

Keracunan timbal dapat diobati. Namun, komplikasi atau kerusakan pada tubuh akibatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Sebagai neurotoksin, timbal bisa memengaruhi otak dan sistem saraf anak-anak yang masih berkembang. Paparan timbal berkelanjutan dapat mengakibatkan anak mengalami cacat intelektual dan gagal tumbuh.

Jika anak Anda sering terpapar benda-benda yang mengandung timbal atau Anda mencurigai anak Anda mengalami keracunan timbal, jangan menunda waktu untuk segera memeriksakan kondisi anak Anda ke dokter. Tes darah dapat melihat kadar timbal dalam darah anak Anda. Menurut Mayo Clinic, anak-anak dengan kadar timbal darah 5 mcg/dL mungkin memerlukan tes darah ulang secara berkala. Jika kadar timbal darah 45 mcg/dL atau lebih tinggi, anak harus segera diberi penanganan. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here