Gejala Malaria pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Nyamuk, makhluk kecil ini sering kali dianggap sebagai pembawa banyak masalah bagi tubuh, tapi tunggu dulu. Nyamuk sebenarnya juga korban, salah satunya adalah pada kasus malaria. Malaria adalah penyakit yang disebabkan karena parasit plasmodium, malaria dapat dibawa oleh nyamuk Anopheles betina yang sudah terjangkit oleh parasit itu terlebih dahulu dan ditularkan kepada manusia melalui gigitannya. Sebenarnya penularan dari malaria tidak karena gigitan nyamuk saja, bisa dari transufi darah, ibu kepada janinya, dan penggunaan jarum suntik yang digunakan secraa bergantian.

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa penularan malaria bisa melalui ibu hamil kepada anaknya yang berada dlama kandungan, untuk menghindari keadaan yang lebih parah maka perlu diketahui gejala yang umumnya terjadi pada malaria, maka gejala yang umumnya timbul pada penderita malaria antara lain adalah:

  • Menggigil, demam, tinggi, dan berkeringat. Tiga gejala ini umumnya terjadi pada penderita malaria, dimana 1-2 jam penderita akan menggigil kemudian diikuti dengan demam dan banyak berkeringat.
  • Nyeri otot, tulang, dan sakit kepala. Ini terjadi karena reaksi imun yang mengeluarkan sejumlah senyawa yang bekerja keras melawan bakteri plasmodium.
  • Kelelahan. Gejala berikutnya adalah penderita akan mudah merasa lelah dan merasakan lelah yang berlebihan, ini dikarenakan rusaknya sel-sel darah merah yang bertugas untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga pasokan oksigen yang ada menjadi berkurang.
  • Kuning. Pada kondisi yang sudah lebih lanjut, malaria dapat merusak sel-sel hati dan mengacaukan fungsi pengeluarkan empedu yang dapat mengakibatkan tubuh mendjai kuning.
  • Anemia. Ini adalah gejala yang timbul karena rusaknya sel darah merah sehingga tubuh kekurangan sel-sel drah merah yang mengakibatan anemia.
  • Mual, muntah, turunnnya nafsu makan. Bakteri plasmodium juga dapat menginfeksi organ hati, jika ini sudah terkena maka dapat membuat penderita mengalami mual, muntah dan tidak nafsu makan.
  • Limfa membesar. Sel darah merah yang ada di dalam tubuh salah satu organ yang membuatnya adalah limfa, rusaknya sel darah merah dapat membuat lmfa bekerja keras dalam memproduksi sel darah merah dan bisa juga sel darah merah yang rusak tersebut dapat menjadi penyebab pembesaran limfa.
  • Penurunan kesadaran. Kondisi penderita malaria yang sudah lanjut atau yang sudah mengenai otak akan mengalami gejala kejang dan diikuti dengan penurunan kesadaran.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY