Gejala Mimisan yang Bertanda Bahaya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Keluar darah dari hidung atau mimisan tiba-tiba memang kerap membuat panik. Namun, hal itu umumnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang serius. Hidung memiliki banyak pembuluh darah yang terletak dekat permukaan di bagian depan dan belakang hidung. Pembuluh-pembuluh darah tersebut sangat rapuh dan mudah terluka. Mimisan disebabkan oleh adanya pembuluh darah dalam hidung yang luka atau pecah.

Pecahnya pembuluh darah dalam hidung umumnya merupakan akibat dari tindakan mengorek hidung. Selain itu, udara kering karena penggunaan pemanas di dalam ruangan atau udara dingin di luar ruangan dapat mengeringkan lapisan hidung, sehingga membuat pembuluh darah dalam hidung menjadi lebih sensitif. Jika Anda mengonsumsi antihistamin atau dekongestan untuk alergi, pilek, atau masalah sinus, kondisi dalam hidung akan lebih kering dan meningkatkan kerentanan mimisan.

Dalam istilah media, mimisan disebut epistaksis dan diklasifikasikan menjadi epistaksis anterior dan epistaksis posterior. Epistaksis anterior merujuk pada pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah bagian depan pada hidung. Sedangkan, epistaksis posterior dikaitkan dengan pendarahan dari pembuluh darah di bagian belakang hidung atau yang lebih dalam.

Mimisan umumnya tidak memerlukan penanganan medis yang spesifik. Anda dapat mengobatinya sendiri di rumah dengan cara-cara sederhana. Namun, dalam beberapa kasus, mimisan juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang lebih kompleks dan memerlukan evaluasi medis lebih lanjut. Mimisan seirus umumnya ditandai dengan gejala:

  • Berlangsung lebih dari 20 menit.
  • Pendarahan berat.
  • Terjadi setelah cedera kepala akibat kecelakaan berkendara, pukulan di wajah, dan terjatuh. Mimisan yang terjadi setelah cedera biasanya mengarah ke patah tulang hidung, patah tulang tengkorak, atau pendarahan internal.
  • Disertai pusing atau perasaan lemah.
  • Disertai kesulitan bernapas.
  • Disertai detak jantung abnormal.
  • Mengonsumsi obat pengencer darah, seperti Coumadin atau Jantoven (warfarin).
  • Frekuensinya sering, lebih dari satu kali dalam seminggu.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar diberi penanganan yang tepat serta diketahui penyebab yang mendasarinya.

Gangguan pada liver atau ginjal dapat menurunkan kemampuan pembekuan darah dan hal ini dapat meningkatkan risiko mimisan. Selain itu, mimisan dengan frekuensi sering mungkin terkait dengan sejumlah penyakit atau gangguan yang berkaitan dengan darah, seperti kanker darah, hemofilia (kekurangan faktor pembekuan darah), dan hereditary hemorrhagic telangiectasia (gangguan pembuluh darah yang langka). (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here