Gejala Paru Obstruktif Kronik

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru-paru progresif yang menyebabkan hambatan aliran napas. “Progresif” berarti penyakit semakin memburuk dari waktu ke waktu. Gejala PPOK dapat bervariasi tergantung pada jumlah kerusakan di paru-paru. Gejala biasanya terjadi secara perlahan dan seringkali tidak muncul sampai kerusakan yang signifikan telah terjadi. Gejala juga bisa datang dan pergi dalam intensitas yang berbeda.

Secara umum, gejala PPOK adalah:

  • Batuk kronis
    Batuk adalah cara tubuh membersihkan saluran udara dan paru-paru dari lendir dan sekresi. Lendir yang dikeluarkan umumnya berwarna bening. Namun, pada orang dengan PPOK, mungkin warnanya menjadi kekuningan. Anda mungkin sering batuk di pagi hari, ketika berolahraga atau menghirup asap. Batuk bisa berlangsung setiap hari, bahkan jika tidak ada gejala penyakit lain seperti pilek atau flu.
  • Mengi
    Ketika Anda menghembuskan napas melalui saluran udara yang sempit atau terhambat, Anda akan sering mendengar bersiul atau suara musik. Pada orang dengan PPOK, hal ini paling sering disebabkan oleh lendir berlebih yang menghambat saluran udara. Mengi tidak selalu berarti Anda memiliki PPOK. Mengi juga merupakan gejala asma dan radang paru-paru.
  • Sesak nafas (dyspnea)
    Karena saluran udara di paru-paru menjadi meradang dan mulai mengerut, Anda mungkin merasa sulit untuk bernapas. Gejala PPOK ini akan terlihat selama peningkatan aktivitas fisik. Hal ini dapat menghambat aktifitas sehari-hari, seperti berjalan, melakukan tugas-tugas rumah tangga sederhana, berpakaian, atau mandi. Pada kasus yang parah, gejala ini dapat terjadi selama istirahat.
  • Kelelahan
    Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, maka pasokan oksigen ke darah dan otot-otot menjadi tidak mencukupi. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi melambat yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan. Anda juga mungkin merasa lelah karena paru-paru Anda bekerja ekstra keras untuk mendapatkan oksigen dan karbon dioksida, sehingga menguras energi Anda.
  • Infeksi pernapasan
    Karena orang-orang dengan PPOK mengalami kesulitan dalam membersihkan paru-paru mereka dari bakteri, virus, polusi, debu, dan iritan lainnya, mereka bisa berisiko lebih besar untuk infeksi paru-paru seperti pilek, flu, dan radang paru-paru. Meskipun sulit untuk menghindari infeksi, risiko bisa dikurangi dengan menerapkan kebersihan yang baik dan mendapatkan vaksinasi.
  • Penurunan berat badan
    Jika Anda sudah memiliki PPOK untuk waktu yang lama, Anda mungkin melihat bahwa Anda telah kehilangan berat badan. Tubuh membutuhkan ekstra energi untuk bernapas. Proses keluar masuknya udara dari paru-paru dapat membakar kalori lebih pada tubuh sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Berat badan juga dapat terjadi karena kelelahan dan sesak napas yang menyebabkan Anda sulit makan.

*pic www.suaranews.com

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY