Gejala Penyakit Gondongan dan Cara Pemeriksaannya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gondongan dalam istilah medis dikenal dengan sebutan mumps atau parotitis. Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxovirus. Virus tersebut akan menginfeksi kelenjar parotis. Penyakit gondongan bersifat menular dan dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang cukup berbahaya.

Sehingga pemberian imuniasi mumps sangatlah diperlukan untuk menghindari timbulnya komplikasi dan gangguan kesehatan lainnya. Penyakit gondongan merupakan suatu gangguan kesehatan yang memiliki ciri khas yaitu terjadinya pembengkakan di leher bagian atas dan bagian bawah pipi. Akan tetapi untuk menetapkan diagnosa terjadinya gondongan bukan berarti hanya mengacu pada hal tersebut, karena ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan.

Berikut ini beberapa hal dalam menegakan diagnosis gondongan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Munculnya tanda gejala penyakit gondongan

Menurut pernyataan seorang dokter yang bernama dr. Edwin Wijaya menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami gondongan akan menunjukan gejala prodromal berupa demam tinggi, malaise, nyeri otot, penurunan nafsu makan. Setelah itu akan muncul tanda gejala pembengkakan pada area gondongan berupa beenjolan lunak yang disertai rasa sakit, rasa sakit selama tiga hari sejak munculnya benjolan tersebut dikaranakan ukurannya yang mencapai batas maksimum, kemerahan disekitar muara duktus stensoni, selain itu tanda gejala yang muncul pada fase tersebut biasanya disertai rasa nyeri sekitar telinga, kesulitan pada saat mengunyah dan menelan, terjadinya pembesaran kelenjar submaksila, bengkak pada laring dan palatum dan bengkak di bagian atas manubrium sterni yang diakibatkan oleh obstruksi aliran getah bening.

Uraian diatas diperjelas oleh pernyataaan Winepyon yang menyatakan bahwa diagnosa penyakit gondongan ditegakan apabila terdapat jelas adanya tanda gejala penyakit tersebut pada saat dokter melakukan pemeriksaan fisik dan disertai dengan keterangan adanya kontak langsung dengan seseorang yang menderita penyakit gondongan. Selain itu referensi lain menyatakan bahwa diagnosa gondongan di dapat apabila seseorang tersebut mengalami demam dengan suhu tubuh sekitar 38,50C-400C, adanya pembengkakan yang terjadi di area leher bagian atas dan pipi bagian bawah dan pemeriksaan mulut untuk mengecak kelenjar amandel.

  1. Pemeriksaan laboratorium

Untuk menegakan diagnosa penyakit gondongan tidak cukup hanya melihat dari keluhan yang anda rasakan. Akan tetapi pada saat akan menegakan diagnosa penyakit gondongan diperlukan pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan sampel urine (kencing) dan darah. Hal ini dilakukan karena penyakit gondongan memiliki tanda gejala dengan penyakit yang lebih serius seperti amandel dan demam kelenjar.

Jika pasien tidak menunjukan tanda dengan adanya pembengkakan kelenjar dibawah telinga akan tetapi pasien tersebut memiliki tanda gejala yang mengarah pada penyakit gondongan biasanya untuk menegakan diagnosa dokter akan memberikan order yang dilakukan dengan cara pemeriksaan lebih lanjut menggunakan serum darah untuk memastikan pada orang tersebut terdapat virus gondongan atau tidak. Setidaknya terdapat 3 jenis serum yang di uji seperti Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) dan virus neutralizing (NT). Selain itu terdapat adanya leucopenia dengan limfosiotsis, kadar amylase yang meningkat. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here