Gejala Penyakit Keturunan Hemofilia pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hemofilia adalah penyakit turunan di mana penderitanya kekurangan protein yang berperan dalam pembekuan darah (faktor pembekuan atau faktor koagulasi). Ketika mengalami pendarahan, maka darah akan sulit membeku sehingga sulit dihentikan. Ibu hamil yang menderita hemofilia tentu harus ekstra waspada karena hemofilia bisa menyebabkan kematian ketika mengalami pendarahan pada proses persalinan. Selain itu, janin juga berisiko mewarisi hemofilia.

Ketika terluka, sel darah lengket yang disebut trombosit akan menyumbat lubang pada luka lalu melepaskan zat kimia untuk mengaktifkan faktor pembekuan. Kemudian akan terbentuk serat guna menghentikan pendarahan. Pada penderita hemofilia, tubuhnya tidak membuat cukup faktor pembekuan tertentu sehingga pendarahan sulit berhenti. Bahkan pendarahan bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Seberapa sering dan ringan beratnya pendarahan yang dialami tergantung pada jumlah faktor pembekuan darah yang dimiliki penderita hemofilia itu sendiri. Berikut klasifikasi umum dan gejala yang menyertainya:

  • Jumlah faktor pembekuan darah antara enam sampai 49 persen dikatakan hemofilia ringan. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali penderita terluka atau menjalani prosedur cabut gigi dan sebagainya. hemofilia ringan yang tidak terdiagnosis sampai cedera, pembedahan atau pencabutan gigi hasil pendarahan berkepanjangan. Wanita dengan hemofilia ringan sering mengalami menorrhagia, periode menstruasi yang berat, dan dapat perdarahan setelah melahirkan.
  • Jika jumlah faktor pembekuan antara satu sampai lima persen, itu menunjukkan hemofilia moderat. Penderita umumnya menjadi mudah memar dan rentan mengalami perdarahan sendi, terutama bila jatuh. Bahkan mengalami pendarahan spontan, di mana terjadi pendarahan tanpa sebab yang jelas.
  • Jika jumlah faktor pembekuan darah kurang dari satu persen, itu berarti hemofilia berat. Kondisi ini membuat penderitanya sering mengalami pendarahan spontan tanpa sebab yang jelas. Umumnya, mereka sering mengalami gusi berdarah, mimisan, serta pendarahan sendi dan otot.

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan hemofilia. Untuk mengendalikan kondisi, penderita akan diberi suntik faktor pembekuan secara berkala atau hanya ketika terjadi pendarahan. Dalam kasus ibu hamil, pendarahan baik itu saat kehamilan maupun persalinan pada ibu hamil yang menderita hemofilia berpotensi mengancam jiwa. Oleh karenanya, jangan lewatkan jadwal pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Bahkan, ada beberapa situasi di mana ibu hamil penderita hemofilia memerlukan penanganan medis darurat, yaitu:

  • Sendi-sendi besar tiba-tiba bengkak dan hangat, terutama lutut, siku, pinggul, bahu, serta otot lengan dan kaki.
  • Mengalami pendarahan karena cedera, terutama pada penderita hemofilia berat.
  • Sakit kepala berkepanjangan.
  • Muntah berulang.
  • Kelelahan parah.
  • Nyeri pada leher.
  • Penghlihatan ganda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY