Gejala Penyakit Vitiligo

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Vitiligo adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kehilangan pigmentasi kulit dan membran mukosa secara progresif yang terjadi karena rusaknya melanosit. Vitiligo biasanya muncul sebagai suatu bercak yang bulat pada kulit yang mengalami diskolorisasi dengan batas yang jelas pada lengan, kaki atau wajah. Bercak ini dapat meluas dari waktu ke waktu dengan tingkatan yang tidak terduga, berukuran mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter.

Vitiligo merupakan penyakit yang membuat bercak-bercak putih pada kulit. Penyakit ini dapat dialami segala usia, tapi umumnya penderita mengidap penyakit ini berusia sebelum 20 tahun.

Perkembangan vitiligo sulit diprediksi karena umumnya berbeda-beda pada tiap penderita. Ada yang mengalami penyebaran bercak dengan cepat dan ada yang lambat. Sebagian besar penderitanya kehilangan pigmen kulit secara perlahan-lahan pada hampir seluruh permukaan kulit.

Penyakit jangka panjang ini dapat menyerang semua kulit tubuh. Beberapa bagian tubuh yang rentan terserang vitiligo adalah permukaan yang paling sering terpajan sinar matahari seperti tangan, kaki, wajah, bibir, serta leher. Vitiligo juga dapat menyerang akar rambut dan menyebabkan tumbuhnya uban pada rambut, bulu mata, alis, dan jenggot.

Jika Anda mengidap penyakit ini, gejala utama yang paling menonjol adalah munculnya bercak-bercak yang awalnya berwarna lebih muda dari kulit normal dan kemudian berubah menjadi putih.

Bercak-bercak putih tersebut biasanya permanen dan lebih rentan terbakar sinar matahari. Walau tidak menyebabkan iritasi atau ruam, bercak-bercak tersebut terkadang terasa gatal.

Vitiligo juga terbagi ke dalam dua kategori, yaitu vitiligo menyeluruh yang menyerang kedua sisi tubuh dan vitiligo yang hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu atau salah satu sisi tubuh saja. Jenis yang paling umum adalah vitiligo menyeluruh dengan jumlah pengidap yang diperkirakan sekitar 90 persen.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami perubahan abnormal pada warna kulit, rambut, atau mata. Penanganan tepat pada tahap awal dapat menghambat perkembangan kondisi ini.

Walau tidak menular dan tidak mengancam jiwa, penyakit ini dapat memengaruhi penampilan serta kepercayaan diri pengidapnya.

Vitiligo terjadi ketika kulit tidak memproduksi melanin secara memadai. Melanin adalah senyawa yang menentukan warna kulit dan melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari.

Penyebab di balik kekurangan melanin tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi para pakar menduga penyakit ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko.

  • Faktor keturunan. Sekitar 1 dari 5 pengidap vitiligo memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Mengidap penyakit autoimun lain, misalnya hipertiroidisme, diabetes atau penyakit Addison.
  • Stres
  • Mengalami kerusakan kulit, misalnya akibat terbakar matahari.
  • Terpajang senyawa kimia tertentu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY