Gejala Peradangan pada Uretra atau Uretritis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Merasakan adanya sesuatu yang tak biasa dengan kebiasaan buang air kecil dapat menjadi alarm seorang pria memiliki uretritis, yaitu adanya peradangan dan pembengkakan uretra (yang membawa urin dari kandung kemih keluar dari tubuh). Seorang pria dapat terkena uretritis karena kurang menjaga kebersihan dan melakukan praktek seks berisiko. Oleh karenanya, uretritis terkadang menjadi salah satu tanda peringatan seseorang mengidap penyakit menular seksual.

Uretritis dapat disebabkan oleh bakteri atau virus yang seringkali memicu infeksi menular seksual. Uretritis karena bakteri diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu uretritis gonokokal dan uretritis nongonokokal. Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri pemicu uretritis gonokokal yang juga merupakan bakteri pemicu gonore. Sedangkan uretritis nongonokokal disebabkan oleh infeksi bakteri selain gonore, umumnya chlamydia trachomatis, yang menjadi pemicu klamidia. Herpes simplex virus dan cytomegalovirus juga dapat menjadi pemicu uretritis karena virus.

Tak hanya menginfeksi uretra, bakteri atau virus dapat menyebar ke bagian saluran kemih lain, seperti kandung kemih dan ginjal. Terkadang, prostat pun terpengaruh dan menjadi membesar karena mengalami pembengkakan. Meski telah diberi pengobatan yang intensif, terkadang infeksi menjadi berkepanjangan dan memicu kerusakan organ yang serius. Jika aliran darah sampai terinfeksi (sepsis), komplikasinya bisa fatal.

Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, uretritis dapat sembuh tanpa menimbulkan masalah lebih lanjut. Untuk itu, jika mengalami gejala-gejala uretritis, jangan tunda waktu untuk segera ke pusat medis guna mendapatkan pemerisaan agar diketahui penyebab pastinya. Secara umum, gejala uretritis meliputi:

  1. Sulit buang air kecil
  2. Sensasi panas saat buang air kecil
  3. Dorongan buang air kecil yang mendesak dalam frekuensi sering
  4. Bau urin lebih tajam
  5. Warna urin tak seperti biasanya
  6. Terdapat darah dalam urin atau air mani
  7. Keluar cairan yang tidak biasa dari penis
  8. Gatal, nyeri, atau bengkak pada penis
  9. Pembesaran kelenjar getah bening di area selangkangan
  10. Nyeri ketika hubungan seksual atau ejakulasi
  11. Demam

Dalam menentukan diagnosis, dokter umumnya akan bertanya mengenai riwayat seksual Anda, termasuk apakah belakangan ini Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan baru dan menggunakan kondom atau tidak. Karena sering terkait dengan infeksi menular seksual, dokter juga biasanya melakukan pemeriksaan tanda-tanda infeksi lain. Tanpa pengobatan, gejala uretritis gonokokal dan nongonokokal biasanya dapat hilang dalam kurun waktu tiga bulan. Namun, bakteri penyebab infeksinya tidak hilang dan tetap menular, meskipun gejalanya tidak terlihat. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here