Gejala Sakit Kronis Sekitar Vagina atau Vulvodynia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Organ intim wanita sudah sepatutnya untuk dijaga dengan baik, dan jangan sampai terjadi kelainan-kelainan yang dapat merugikan tubuh. Terdapat banyak penyakit yang berhubungan dengan organ intim wanita salah satunya adalah Vulvodynia.

Vulvodynia adalah rasa sakit kronis di daerah sekitar pembukaan vagina (vulva) yang penyebabnya tidak dapat diidentifikasi. Rasa sakit seperti terbakar atau iritasi yang terkait dengan vulvodynia mungkin membuat anda sangat tidak nyaman untuk duduk dalam waktu yang lama atau menghalangi anda untuk berhubungan seks.

Penyakit ini tidak ditularkan selama hubungan seksual. Selain itu, vulvodynia juga tidak memiliki tanda-tanda kanker. Kondisi ini pun sangat umum dialami oleh wanita berusia 20 sampai 60 tahun.

Penyebab vulvodynia adalah hal penting yang harus diketahui oleh semua wanita.  Organ kewanitaan adalah salah satu organ yang paling penting bagi wanita. Melihat pentingnya organ tersebut bagi wanita maka menjada kesehatan organ kewanitaan pun diras cukup penting. Banyak masalah kesehatan dapat terjadi jika organ intim wanita yang tidak bersih, beberapa wanita di luar sana mengeluh karena masalah vagina seperti nyeri, gatal, panas dan bau. Jika seorang wanita memiliki gejala seperti itu, maka tidak mungkin karena infeksi, melainkan karena vulvodynia meskipun mirip dengan gejala yang terjadi. Vulvodynia dapat mengganggu aktivitas karena kadang-kadang wanita merasakan sensasi terbakar pada organ kewanitaan atau vagina.

Selain kebersihan vagina, cedera dan iritasi pada saraf di daerah vulva, produksi bahan kimia oleh sel-sel dari vulva yang berlebihan, infeksi vagina, perubahan hormon, alergi pada kulit vagina, kehadiran radang vagina juga dapat menjadi penyebab dari vulvodynia ini.

Gejala utama vulvodynia adalah nyeri di daerah genital anda, yang dapat dicirikan oleh:

  • Tidak ingin melakukan hubungan seksual. Berkurangnya keinginan untuk melakukan hubungan seksual pada penderita vulvodynia ini karena timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
  • Terasa panas seperti terbakar
  • Rasa menyengat pada kemaluan
  • Timbulnya jaringan parut (lecet)
  • Kemaluan terasa berdenyut
  • Gatal di daerah vulva, terutama di bagian vagina
  • Rasa sakit di daerah anus, paha bagian dalam, dan uretra, terutama saat buang air kecil

Rasa sakit yang anda alami mungkin bersifat konstan atau intermiten dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, tetapi juga dapat menghilang secara tiba-tiba. Anda mungkin merasakan nyeri di seluruh daerah vulva, atau mungkin terlokalisasi pada area tertentu, seperti pembukaan vagina (vestibula).

Jika anda memiliki vulvodynia, jangan biarkan tidak adanya tanda-tanda yang jelas atau perasaan untuk membahas gejala vulvodynia membuat anda menghindar dari penyakit ini dan menghindar juga dalam mencari bantuan. Beberapa pilihan pengobatan tersedia untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat vulvodynia, jadi jangan ragu atau takut untuk berkonsultasi dengan dokter atau pihak medis agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Vulvodynia sendri sebenarnya dapat dicegah dengan pengobatan vulva yang baik seperti menjaga vagina bersih, ganti pakaian setidaknya dua kali sehari, menghindari vagina dari paparan bahan kimia yang dapat memicu sensitivitas. Menjaga daerah kewanitaan adalah hal utama yang harus dilakukan oleh wanita. Pengobatan vulvodynia lebih fokus untuk menghilangkan gejala-gejala yang terjadi. Wanita yang memiliki vulvodynia mungkin memiliki perlakuan yang berbeda dalam pengobatan sesuai dengan gejala yang dialaminya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY