Gejala Testis Retraktil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Testis yang retraktil, atau disebut juga testis yang hypermobile, adalah testis yang telah turun ke skrotum tetapi dapat berbalik lagi ke atas dengan mudah, yaitu ke arah selangkangan di dalam kanalis inguinalis, sebagai respon refleks terhadap rangsangan.

Testis yang retraktil atau hypermobile dapat dengan mudah naik dan turun antara skrotum dengan bagian perut (abdomen). Testis yang naik dari posisi sebenarnya di skrotum dapat diturunkan kembali ke posisi seharusnya saat dilakukan pemeriksaan fisik.

Kondisi ini biasanya akan menghilang sebelum atau saat pubertas, dimana testis akan berada di skrotum dan menetap di sana. Testis yang retraktil tidak menyebabkan kanker atau komplikasi lainnya. Namun, sekitar seperempat kasus, testis yang retraktil tidak dapat turun kembali ke dalam skrotum dan tetap berada di daerah selangkangan, keadaan ini disebut sebagai testis ascending.

Testis terbentuk dalam perut selama perkembangan janin. Selama berbulan-bulan, pada bulan terakhir perkembangan janin, testis secara bertahap turun ke dalam skrotum. Jika anak Anda memiliki testis yang tertarik, testis awalnya turun sebagaimana mestinya, tapi kemudian tidak tetap pada tempatnya. Tanda dan gejala testis ini meliputi:

  • Testis dapat dipindahkan dengan tangan dari pangkal paha ke dalam skrotum dan tidak akan segera mundur ke pangkal paha.
  • Testis dapat muncul secara spontan dalam skrotum dan tetap ada untuk sementara waktu.
  • Testis dapat menghilang lagi secara spontan untuk sementara waktu.
  • Gerakan testis hampir selalu terjadi tanpa rasa sakit atau tidaknyaman. Oleh karena itu, testis retraktil ketahuan hanya bila ketika tidak lagi terlihat atau terasa dalam skrotum.
  • Posisi satu testis biasanya lebih independen dari posisi yang lain. Misalnya, anak laki-laki mungkin memiliki satu testis normal dan satu testis retraktil

Oleh karena itu, testis yang tertarik hanya bisa terdeteksi atau disadari ketika tidak lagi terlihat atau terasakan di skrotum.

Posisi satu testis biasanya independen dari testis yang lain. Misalnya, anak laki-laki mungkin memiliki satu testis yang normal dan satu testis tertarik. Testis yang tertarik berbeda dengan testis yang tidak turun (kriptorkismus). Testis yang tidak turun adalah salah satu testis yang tidak pernah masuk ke dalam skrotum. Ketika dokter berusaha untuk memposisikan kembali sebuah testis yang tidak turun, itu akan menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri.

Kondisi testis retrakil kemungkinan akan turun sendiri sebelum atau selama masa pubertas, tetapi jika anak memiliki kondisi seperti ini dokter akan memonitor setiap perubahan posisi testis dalam evaluasi tahunan untuk mennetukan apakah testis tetap dalam skrotum, tetap tertarik, atau pisisinya menjadi naik.

Jika kondisi testis retrakil terjadi hingga anak berumur 14 tahun, dokter anak dapat merekomendasikan pengobatan untuk memindahkan testis secara permanen ke dalam skrottum.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY