Gorengan Tingkatkan Resiko Diabetes Pada Ibu Hamil

Jika dikonsumsi berlebihan, gorengan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan apalagi jika diolah dengan cara yang tidak benar yaitu menggunakan minyak yang tidak sehat. Gurihnya gorengan memang memanjakan lidah semua orang. Tapi apa Anda tahu kalau gorengan bisa berisiko bagi ibu hamil?.

Menurut sebuah studi, wanita yang mengkonsumsi gorengan setiap hari (hampir dua kali atau lebih) mempunyai risiko diabetes selama kehamilan. Mereka yang secara teratur mengonsumsi kripik, telur dadar atau ayam goreng berada pada risiko lebih tinggi mengalami diabetes gestational, yang saat ini telah memengaruhi hingga 20% ibu hamil.

Diabetes gestational merupakan sebuah kondisi wanita hamil yang sebelumnya tak memiliki riwayat diabetes, tiba-tiba mengalami kenaikan gula darah saat hamil. Diabetes gestational terjadi ketika ibu gagal memproduksi insulin yang cukup sehingga menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Akibatnya dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan berlebih atau paling buruk meninggal tak lama setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi dalam tiga bulan terakhir dan ibu mungkin disarankan untuk melakukan operasi caesar karena risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi. Diabetes biasanya menghilang segera setelah bayi lahir.

Studi lain menunjukkan bahwa diabetes dapat berkembang selama masa kehamilan. Wanita hamil yang makan gorengan 1-3 kali dalam seminggu memiliki risiko diabetes gestational 13% lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan gorengan kurang dari satu kali dalam seminggu. Risiko diabetes gestational 31% lebih tinggi pada wanita hamil yang makan gorengan 4-6 kali dalam seminggu. Risikonya akan menjadi dua kali lipat atau 62% pada wanita yang mengonsumsi gorengan setiap hari.

Namun, studi tersebut tidak menunjukkan bahwa makan makanan yang digoreng adalah penyebab langsung dari diabetes gestasional, tetapi menyoroti hubungan antara diet yang tidak sehat secara keseluruhan dan berat badan dalam pengembangan kondisi. Penelitian hanya mengungkap adanya suatu hubungan, tetapi bukan hubungan sebab-akibat. Maka dari itu, sangat penting bahwa wanita yang berencana untuk hamil harus menjalani gaya hidup sehat dengan menerapkan diet seimbang dan melakukan olahraga teratur untuk mengurangi risiko diabetes tersebut.

Jika tidak ditangani, kondisi diabetes ini bisa menimbulkan dampak serius bagi ibu dan bayinya. Tingginya kadar glukosa yang mengarungi plasenta bisa membuat bayi menjadi terlalu besar, menyebabkan kesulitan bersalin, kerusakan saraf saat melahirkan, dan peningkatan risiko obesitas dan diabetes pada bayi itu sendiri. Bayi juga bisa terlahir dengan masalah pernapasan, bayi kuning, atau kadar gula darah rendah. Bagi para ibu, diabetes gestasional bisa berarti peningkatan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia. Diabetes gestasional juga meningkatkan risiko mengalami diabetes tipe 2 sebanyak 50% dalam hidupnya.

Diabetes gestational dapat diatasi dengan diet atau obat untuk menurunkan gula darah. Risiko akan menjadi lebih besar pada wanita hamil yang memmiliki kelebihan berat badan, berusia diatas 25 tahun atau memiliki riwayat keluarga diabetes.

*pic gayahidup.inilah.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here