Gula dan Hiperaktivitas

SehatFresh.com – Anak-anak membutuhkan asupan makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Pada anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, disebutkan bahwa pola makan berpengaruh besar pada perilaku mereka. Salah satu asumsi yang beredar di masyarakat adalah makanan yang mengandung gula dapat memperburuk atau memicu perilaku hiperaktif pada anak.

Hiperaktif atau istilahnya Attention Deficiency Hyperactivity Disorder (ADHD), dapat digambarkan juga sebagai kondisi fisik di mana seseorang mengalami penambahan gerakan, daya, serta impulsif yang lebih tinggi. Tanda-tanda dari hiperaktif meliputi ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, keaktifan motorik yang terlalu berlebih, agresivitas serta tingkah laku yang cenderung mengganggu.

Pada tahun 1973, Dr. Benjamin Feingold, seorang ahli alergi, menyebutkan bahwa gula dan pewarna buatan dapat memperburuk dan memicu hiperaktivitas pada anak. Beberapa orang tua juga melaporkan bahwa anak-anak mereka menjadi hiperaktif setelah mengonsumsi berbagai makanan manis terutama permen. Namun, keterkaitan antara gula dan hiperaktivitas pada anak-anak ini masih menjadi perdebatan.

Pasalnya, belum ada fakta ilmiah yang cukup membuktikan adanya hubungan antara konsumsi gula berlebihan dan hiperaktivitas. Pada tahun 1982, National Institute of Health, Amerika Serikat, menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku anak hiperaktif karena mengonsumsi banyak gula. Penelitian ini juga menemukan bahwa pada beberapa anak yang memiliki kesensitifan terhadap gula, mereka memang bisa mengalami gangguan konsentrasi dan kesulitan belajar jika mengkonsumsi gula dalam jumlah yang besar..

Tubuh merespon kenaikan gula darah dengan melepaskan hormon adrenalin, yang meningkatkan aktivitas. Oleh karena itu, para ahli kesehatan pada umumnya menyarankan untuk diet rendah gula pada anak-anak hiperaktif. Namun, gula bukanlah satu-satunya makanan yang bisa meningkatkan tingkat aktivitas anak secara signifikan. Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana juga bisa berdampak sama pada tingkat aktivitas anak.

Meski gula dan permen tidak menyebabkan anak menjadi hiperaktif, namun yang perlu diingat adalah gula dapat menyebabkan kerusakan gigi dan obesitas pada anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk membatasi jumlah asupan gula pada pola makan anak. Obesitas merupakan kondisi yang harus dicegah dalam rangka menjaga kesehatan anak, tidak hanya untuk kesehatan di masa sekarang, tapi juga kesehatan masa depannya kelak.

Sumber gambar : bisamandiri.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY