Gumoh Pada Bayi Dan Penanganannya

SehatFresh.com – Setelah diberi susu, seringkali banyak orang tua yang mendapati susu keluar kembali dari mulut bayi. Orang tua hendaknya tidak panik. Itu adalah gumoh dan siftanya wajar terjadi pada setiap bayi. Gumoh dapat terjadi pada bayi yang minum ASI ataupun susu formula. Selintas, gumoh mirip dengan muntah. Namun, ada hal yang membedakan kedua kondisi tersebut. Cairan yang dikeluarkan saat gumoh hanya sedikit, sedangkan muntah cenderung mengeluarkan lebih banyak cairan.

Gumoh biasanya kerap terjadi pada usia 12-16 minggu. Ketika usianya mencapai 12 bulan, hal tersebut biasanya akan berhenti seiring dengan bertambahnya usia bayi. Diperkirakan 70 persen bayi yang berusia 4 bulan mengalami gumoh setidaknya satu kali sehari. Terkait dengan pertumbuhan usia, frekuensi gumoh umumnya berkurang hingga delapan persen pada bayi yang berusia sembilan hingga 12 bulan.

Kebiasaan gumoh pada bayi tidak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya terkait dengan berbagai penyebab yang menjadi pemicunya. Berikut adalah beberapa penyebab gumoh pada bayi yang sering terjadi :

  • Terlalu banyak diberi ASI/MPASI
    Lambung yang penuh bisa membuat bayi gumoh. Hal ini terjadi karena makanan yang lebih dahulu masuk belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Lambung punya kapasitasnya sendiri. Maka dari itu, lebih baik berikan ASI/MPASI sedikit-sedikit tapi dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Posisi menyusui yang kurang baik
    Seringkali ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara bayi tidur telentang. Hal ini dapat mengakibatkan cairan tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas sehingga menyebabkan bayi mengalami gumoh..
  • Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna
    Setelah melalui mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi terutama yang terlahir prematur, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna. Akibatnya, jika bayi langsung ditidurkan setelah diberi ASI kemudian ia menggeliat, maka susu kemungkinan besar akan keluar lagi dari mulut.
  • Ukuran dot yang kurang tepat
    Ukuran lubang dot yang terlalu besar berisiko membuat bayi tersedak. Sementara itu, ukuran dot terlalu kecil dapat membuat lebih banyak udara yang masuk ke dalam perut sehingga bisa memicu gumoh atau muntah.

Bagaimana cara mengatasinya?
Memberi makan bayi dalam posisi tegak bisa mencegah terjadinya gumoh atau muntah. Setelah itu, kondisikan bayi dalam posisi duduk selama kurang lebih 15-30 menit. Saat makan, sebaiknya jangan mengajak bayi bermain aktif dan jangan mengayun-ayun saat bayi sedang diberikan makan. Ketika disusui, pastikan agar bayi tidak mendapat ASI berlebihan karena dikhawatirkan dapat memicu muntah. Jika ibu memberikan susu melalui botol, berikan dari jumlah yang lebih sedikit daripada biasanya. Jangan menunggu memberikan ASI atau susu formula ketika bayi sangat lapar, karena saat lapar bayi akan menyusu secara tergesa-gesa sehingga akan lebih banyak udara yang masuk ke dalam perut.

Ketika bayi gumoh, jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah. Hal ini bisa berbahaya, karena cairan gumoh atau muntah bisa turun lagi, masuk ke paru yang mana bisa berakibat mengganggu fungsi paru-paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan bayi dan biarkan ia muntah sampai tuntas. Bila gumoh ini terjadi terus menerus, berkonsultasilah dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY