Hal-hal yang Menarik dan Penting Diketahui tentang Kehamilan Kembar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehamilan adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa, dan hamil kembar tentunya menjadi kebahagiaan yang istimewa. Namun di saat yang sama, hamil anak kembar berarti Anda dihadapkan dengan risiko kehamilan yang lebih besar dibandingan kehamilan tunggal. Karenanya, kehamilan kembar memerlukan perawatan yang intensif dan ibu juga memerlukan informasi dan pemahaman dari sumber terpercaya tentang kehamilan kembar agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Berikut adalah hal-hal menarik dan penting untuk diketahui mengenai kehamilan kembar:

Ada dua tipe kehamilan kembar, identik dan fraternal

Kembar identik adalah hasil dari satu embrio yang membelah menjadi dua bayi, dan berbagi DNA yang sama. Sedangkan kembar fraternal merupakan hasil dua telur terpisah yang dibuahi oleh dua sperma terpisah dan “tertanam” di rahim pada saat bersamaan. Kembar fraternal memiliki masing-masing DNA unik tersendiri.

Morning sickness yang lebih parah

Ibu yang hamil anak kembar umumnya memiliki tingkat hormon hCG yang lebih tinggi, dan hormon ini adalah yang memicu mual-mual di awal kehamilan. Kadar hormon yang lebih tinggi ini menyebabkan para ibu yang hamil anak kembar mengalami morning sickness selama 12 hingga 14 minggu.

Butuh lebih banyak kalori dan nutrisi

Ibu hamil membutuhkan sekitar 300 kalori ekstra per hari untuk kehamilan tunggal, sementara kehamilan kembar sekitar 500-600 kalori ekstra per hari. Ibu hamil yang hamil kembar berisiko anemia sehingga memerlukan asupan zat besi yang lebih tinggi, serta asam folat guna mencegah cacat lahir. Menerapkan pola makan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air yang cukup dapat mendukung pertumbuhan bayi yang optimal. Ibu hamil disarankan untuk makan enam kali sehari dalam porsi kecil ketimbang makan tiga kali sehari dalam porsi besar.

Komplikasi kehamilan yang lebih tinggi

Kehamilan kembar berisiko lebih tinggi terhadap persalinan prematur, ketuban pecah dini, preeklampsia, dan diabetes. Kemungkinan persalinan caesar juga lebih tinggi jika ibu hamil anak kembar. Masih ada kemungkinan untuk melahirkan bayi kembar secara normal, namun hal itu bergantung pada posisi dan berat badan bayi, serta kesehatan ibu dan bayi secara keseluruhan. Maka dari itu, untuk meminimalisir terjadinya risiko kehamilan yang bisa membahayakan, jangan lewatkan jadwal pemeriksaan kehamilan Anda sesuai rekomendasi dokter kandungan.

Bayi kembar dapat tumbuh secara berbeda

Ada sejumlah hal yang dapat memengaruhi berat lahir dan pertumbuhan bayi kembar. Bahkan, kembar identik pun mungkin lahir dengan berat lahir yang berbeda. Melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin, dokter kandungan akan memantau kehamilan dengan menggunakan teknik atau prosedur, seperti ultrasound (untuk memeriksa detak jantung janin, cairan ketuban, dan pertumbuhan janin), pemeriksaan serviks (untuk memeriksa tanda-tanda kelahiran prematur), dan menghitung gerakan bayi guna memastikan bayi kembar Anda tumbuh dengan baik. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here