Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Sebelum Mengikuti Puasa Ramadhan

0
6
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah ibu hamil boleh melakukan puasa ramadhan? Semakin dekat puasa ramadhan, maka semakin sering anda mendengar pertanyaan seperti itu. Masih banyak ibu hamil yang memiliki keraguan untuk tetap berpuasa atau tidak di bulan ramadhan, dikarenakan mereka tidak mengetahui hukum puasa bagi ibu yang sedang hamil.

Pada dasarnya ibu hamil ini boleh melakukan ibadah puasa asalkan tidak membahayakan keadaan ibu dan janinnya maka diperbolehkan. Namun Allah SWT juga memperbolehkan jika ibu hamil memilih untuk tidak berpuasa karena takut timbul berbagai bahaya. Jika ibu memilih untuk tidak berpuasa, maka ibu harus mengganti hutang puasa di hari lain sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan atau dengan membayar fidyah.

Lalu bagaimana dengan ibu yang memutuskan untuk tetap berpuasa?. Untuk anda yang memutuskan tetap berpuasa, berikut hal-hal yang perlu anda perhatikan sebelum menjalankan puasa ramadhan sehingga ibu hamil tetap dalam keadaan aman :

  1. Siapkan kondisi mental dan fisik anda

Agar kondisi mental dan fisik anda siap untuk menjalankan puasa. Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Tanyakan kepada dokter apakah kondisi tubuh kita cukup kuat untuk berpuasa tanpa membahayakan janin yang dikandung.

  1. Cukupi kebutuhan gizi

Pastikan makanan yang anda konsumsi waktu sahur dan berbuka dapat mencukupi kebutuhan gizi anda dan janin. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti sereal dan gandum. Tambahkan juga konsumsi serat dari buah atau sayuran. Anda juga perlu menghindari makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi, tinggi kandungan lemak. Pastikan anda mendapat asupan protein yang cukup dari kacang-kacangan, daging, dan telur. Serta minum air yang cukup sehingga terhindar dari dehidrasi. Hindari juga kafein agar dehidrasi tidak menyerang anda.

  1. Kenali tanda-tanda bahaya ibu hamil

Jika ada tanda bahaya yang muncul ketika berpuasa, sebaiknya anda hentikan puasa dan berbukalah. Tanda-tanda bahaya tersebut seperti gerakan bayi tidak aktif, penurunan berat badan secara drastis pada ibu hamil, mengalami dehidrasi, merasa pusing, nyeri dan lelah, merasa pusing serta mual dan muntah.

  1. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup diperlukan bagi ibu hamil yang berpuasa. Hal itu dapat membantu ibu hamil menghemat energinya sehingga tidak mudah lelah dan lapar. Selain istirahat cukup, ibu juga harus mengurangi aktivitas yang terlalu berat.

  1. Puasa pada trimester kedua

Untuk kemananan anda dan janin. Lakukanlah puasa jika kehamilan sudah masuk pada trimester kedua. Karena ketika trimester dua ini, ibu hamil sudah dapat mengontrol mual dan muntah. Serta sudah mampu beradaptasi dengan kehamilannya. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY