Hal Menyiapkan Dan Menangani Makanan

0
99

SehatFresh.com – Penelitian menunjukkan bahwa dapur merupakan tempat yang aling ideal bagi perkembengbiakan kuman.  Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa wastafel dapur mengandung 100.000 kali lebih banyak kuman daripada kamar mandi.  Kuman seperti E. coli, salmonella dan campylobacter dapat masuk ke dapur melalui tangan, makanan mentah dan melalui hewan peliharaan. Kuman-kuman tersebut dapat menyebar dengan cepat jika kita tidak hati-hati. Makanan yang tidak dimasak, disimpan dan ditangani dengan benar dapat mengakibatkan keracunan makanan, pilek dan flu. Oleh karena itu, proses penanganan pangan harus dilakukan dengan cara-cara yang dapat mencegah terjadinya kontaminasi silang. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan dan menangani makanan adalah :

  1. Cuci tangan

Tangan merupakan media yang dapat menyebarkan kuman dengan cepat, maka dari itu sangat penting untuk mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat sebelum memasak, setelah menyentuh sampah, pergi ke toilet, dan sebelum dan sesudah menyentuh makanan mentah. Daging mentah termasuk daging unggas dapat mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebar dengan mudah ke apapun yang disentuhnya.

  1. Memasak dengan benar

Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan bahwa mencuci unggas, daging sapi, kambing, domba serta babi mentah sebelum dimasak tidak dianjurkan. Daging yang ditangani lebih lama akan mudah tercemar dan cepat terkontaminasi bakteri. Ketika daging dicuci di wastafel, aliran air yang keluar dari keran dan percikan air akan membuat daging terkontaminasi. Bakteri yang masuk ke dalam daging akan mudah beralih ke tangan. Meski sudah dicuci bersih, bakteri akan tetap menempel pada tangan . Pada saat dimasak, bakteri akan terlepas ketika terkena suhu panas, tetapi aroma dan rasa daging sudah tidak enak untuk dikonsumsi. Karena daging tidak dianjurkan untuk dicuci, maka penanganan yang baik adalah dengan membersihkan tangan sebelum memegang bahan makanan yang akan dimasak, kemudian gunakan sarung tangan khusus makanan. Jika daging ada kotorannya, maka cukup ambil dengan pinset khusus makanan kemudian ditepuk-tepuk.

Menjaga kebersihan dan kesehatan setiap bahan makanan yang akan dikonsumsi memang sangat diperlukan. Memasak makanan pada suhu yang tepat akan memastikan bahwa setiap bakteri berbahaya yang terkandung dalam bahan makanan terbunuh. Memasak daging pada suhu yang tepat akan membunuh bakteri di daging sehingga mencuci daging sebenarnya bukan hal yang penting. Masak daging hingga suhu internal minimum 145 ºC untuk membunuh bakteri dan kuman berbahaya. Sedangkan semua daging unggas harus mencapai suhu minimum internal aman 165°F. Idealnya gunakan termometer untuk mengukur suhu pemasakan. Diamkan daging 3 menit setelah dimasak supaya aman dan baik kualitasnya.

Jika makanan yang dimasak tidak segera dimakan, maka dinginkan pada suhu kamar (idealnya dalam waktu 90 menit) dan simpanlah di lemari es. Menyimpan makanan yang belum dingin secara merata di lemari es dapat menyebabkan keracunan makanan. Sebelum dimakan, buah dan sayur perlu dicuci dengan air dingin untuk menghilangkan kotoran yang terlihat dan kuman di permukaan. Jangan gunakan cairan pencuci atau produk pembersih rumah tangga lainnya, karena produk tersebut mungkin tidak aman untuk dikonsumsi manusia dan residunya mungkin masih tertinggal di buah atau sayur yang Anda cuci.

  1. Kebersihan peralatan dapur

Peralatan dapur yang tidak dicuci sebelum dan sesudah memasak dapat menjadi sumber kontaminasi silang. Talenan yang dipakai untuk alas memotong makanan rata-rata terdapat bakteri sekitar 200% lebih banyak dibandingkan dengan jumlah rata-rata bakteri di toilet duduk. Spons dan lap dapur adalah tempat yang sempurna untuk perkembangbiakan bakteri. Maka dari itu, Anda perlu mengganti spons dan lap dapur sesering mungkin. Bedakan lap untuk membersihkan peralatan yang kontak dengan makanan siap santap dengan lap yang digunakan untuk membersihkan peralatan yang digunakan untuk membersihkan peralatan yang kontak dengan bahan mentah. Bekas kemasan makanan seperti karton telur atau pembungkus plastik juga harus dibuang segera untuk mencegah kontaminasi silang. Jangan menggunakan kembali benda tersebut untuk makanan lain.

Sumber gambar : ida-nurlaila.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY