Hal Pengetahuan Dasar Reproduksi Bagi Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di zaman seperti sekarang ini, pendidikan seks tak lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Remaja akan mengalami berbagai perubahan. Salah satunya proses pematangan alat reproduksi sebagai bagian dari proses peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Ketertarikan terhadap lawan jenis pun mulai timbul. Kesehatan reproduksi remaja penting untuk dijaga. Maka dari itu, orang tua perlu membekali anaknya pengetahuan reproduksi yang memadai guna menghindarkan remaja dari seks usia dini dan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Pendidikan seks adalah tanggung jawab setiap orangtua dan guru. Akan tetapi, remaja bisa mendapatkan pengetahuan tentang seksualitas, termasuk pengetahuan dasar reproduksi, dari berbagai sumber yang belum tentu kebenarannya. Apalagi sekarang akses internet semakin mudah serta banyak website atau game yang memuat konten vulgar. Tentunya akan lebih baik bagi remaja untuk mendapatkan pengetahuan dasar reproduksi yang tepat dari orangtuanya ketimbang majalah, internet, atau teman sebaya.

Rasa penasaran para remaja mengenai seksualitasnya perlu direspon secara tepat. Salah satunya melalui pendidikan seks berkesinambungan yang diberikan di sekolah maupun di rumah. Sayangnya, pendidikan seks hingga saat ini masih dianggap tabu oleh para orangtua sehingga banyak yang merasa canggung, harus mulai dari mana, dan bagaimana cara menyampaikan kepada anak-anaknya. Sebagai gambaran, informasi mengenai pengetahuan dasar reproduksi untuk remaja mencakup beberapa hal berikut ini:

  • Pengenalan anatomi dan fungsi bagian-bagian sistem reproduksi.
  • Pemahaman jenis dan dampak penyakit menular seksual terhadap kesehatan reproduksi.
  • Pemahaman bahaya rokok, narkoba, dan minuman keras pada kesehatan reproduksi
  • Pengaruh teman sebaya dan sosial media terhadap perilaku seksual.
  • Pemahaman mengenai jenis-jenis penyimpangan seksual dan kekerasan seksual, serta bagaimana cara menghindarinya.
  • Pemahaman bahaya kecanduan pornografi, masturbasi, dan onani.
  • Pemahaman mimpi basah.
  • Pemahaman dampak negatif pernikahan dini.
  • Pemahaman bahaya menggugurkan kandungan (aborsi).
  • Pemahaman alat kontrasepsi dan bagaimana merencanakan kehamilan.

Anak sebaiknya dibekali pendidikan seks sejak dini secara bertahap melalui komunikasi yang berkelanjutan. Maka penting bagi orangtua untuk membina komunikasi yang baik dengan putera-puteri mereka. Dengan demikian, anak akan mengetahui setiap inci bagian tubuhnya dan saat remaja bisa memahami batasan dalam pergaulan guna menghindarkan remaja dari perilaku seks usia dini. Mereka pun pada gilirannya bisa lebih bertanggung jawab terhadap perilaku seksualitasnya dan bisa menjaga masa depannya. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here