Hal yang Dapat Menyebabkan Keringnya Vagina

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seringkali tidak disadari, vagina juga bisa mengalami dehidrasi sehingga membuatnya cenderung kering. Kekeringan vagina atau atropi vagina merupakan masalah kewanitaan yang cukup umum. Pada wanita yang sudah menikah khususnya, kekeringan vagina dapat berdampak secara fisik maupun psikologis. Selain sensasi panas dan gatal pada vagina, kekeringan vagina dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan seks sehingga mungkin berdampak pada hubungan Anda dengan pasangan.

Minum cukup cairan setiap hari adalah salah satu cara untuk menjaga hidrasi tubuh sehingga sistem tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Vagina yang kering berarti tidak terlubrikasi dengan baik. Bila tubuh tidak cukup terhidrasi, kulit luar vagina yang sensitif rentan kering. Namun, mencukupi kebutuhan cairan bukan satu-satunya faktor untuk vagina sehat.

Minum cukup cairan memang disarankan untuk menjaga kesehatan, termasuk vagina. Namun, jika Anda mengalami kekeringan vagina yang membuat tidak nyaman dan bahkan menggangu hubungan dengan pasangan, lebih baik segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat dan diketahui akar penyebabnya. Ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan kekeringan vagina, antara lain:

  • Perubahan hormon. Estrogen adalah hormon yang membantu menjaga jaringan vagina tetap sehat dengan mempertahankan pelumasan, kekencangan dan keasaman vagina. Jika kadar hormon ini menurun, salah satu dampaknya adalah vagina kering. Penurunan estrogen secara alami terjadi karena menopause, melahirkan dan menyusui.
  • Obat-obatan. Pil kontrasepsi, antihistamin, dan beberapa obat asma dikaitkan dengan efek samping karena cara kerjanya terhadap hormon. Efek samping tersebut antara lain mengurangi produksi pelumas vagina, menurunkan libido dan sulit orgasme.
  • Kondisi medis. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan keseimbangan hormon, termasuk estrogen. Wanita yang menerima terapi radiasi atau kemoterapi pada area panggul lebih rentan terhadap kekeringan vagina. Diabetes atau sindrom Sjogren juga dapat menyebabkan kekeringan vagina akibat kekebalan tubuh menyerang kelenjar dalam tubuh yang menghasilkan cairan.
  • Douching. Melakukan douching hanya akan membuat vagina cenderung kering. Vagina sebetulnya secara alami memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Karenanya, Anda tidak perlu menggunakan lagi cairan douching ataupun sabun kewanitaan, cukup bilas vagina dengan air bersih. Bahan pada sabun atau produk untuk vagina lainnya yang berbasis kimia tak hanya berpotensi membuat vagina menjadi kering, tapi juga memicu infeksi jamur dan bakteri pada vagina.
  • Stres dan kecemasan. Kekeringan vagina mungkin berawal dari faktor psikologis. Jika Anda sedang stres berat dan sulit mengatasi kecemasan, keseimbangan hormon tubuh akan terganggu. Selain vagina kering, hal ini juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual.  (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here