Hal yang Harus Dipahami Remaja Tentang HIV

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Virus ini membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi dan jenis penyakit kanker tertentu. HIV dapat dikendalikan dengan obat-obatan anti-virus, akan tetapi hingga kini penyakit HIV masih belum ditemukan obat untuk penyembuhan.

Banyak orang merasa takut melakukan kontak fisik atau mencium seseorang yang mengidap HIV karena dianggap dapat membuat tertular HIV. Padahal, HIV tidak hidup di kulit dan tidak bisa bertahan lama berada di luar tubuh pengidap HIV. Kontak kasual, seperti perpelukan, berpegangan tangan, duduk di sebelah orang yang positif HIV sebenarnya tidak dapat menyebabkan penularan HIV.

Yang harus anda pahami dan terapkan adalah melakukan hubungan seks aman untuk melindungi diri Anda dari penyakit HIV. Misalnya, menggunakan alat kontrasepsi ketika melakukan hubungan seks vaginal, oral, dan anal untuk mengurangi terjadinya risiko, atau membicarakan bersama pasangan anda mengenai status HIV Anda berdua untuk memastikan keamanan saat berhubungan seksual.

Ada berbagai macam cara untuk melindungi diri Anda dari virus ini, karena hubungan badan bukanlah satu-satunya cara untuk terinfeksi HIV. Misalnya, menghindari penggunaan jarum untuk melakukan suntikan intravena, menggunakan jarum masih steril dan bersih dan lain-lain.

Beberapa hal yang harus dipahami oleh remaja tentang HIV

  1. Anda dapat terkena HIV dari seks oral

Melakukan seks oral memang bisa menularkan HIV, tetapi risikonya tergolong cukup rendah. Jika seseorang yang menerima seks oral positif HIV, maka darah dari mulut dapat memasuki tubuh penerima lewat lapisan uretra (pembukaan di ujung penis), serviks, vagina, anus atau melalui luka yang menyebabkan terjadinya pertukaran darah. Namun hal ini hanya bisa terjadi apabila pemberi seks oral memiliki luka di mulut yang menyebabkan keluarnya darah.

  1. Anda masih bisa punya anak meski positif HIV

Wanita yang sedang di masa subur dan terinfeksi HIV tetap bisa memiliki anak. Apabila ibu dan bayi menggunakan obat anti-retroviral, wanita yang positif mengidap HIV dapat melahirkan bayi tanpa tertular HIV atau negatif HIV.

Tanpa mengkonsumsi obat-obatan untuk meminimalisir penularan HIV, ibu yang terinfeksi HIV dapat dengan mudah menularkan virus ini kepada sang bayi (sebelum atau selama proses kelahiran) dan bisa menular pada saat menyusui. Tetapi, apabila ibu dan bayi atau hanya salah satunya, mengkonsumsi obat anti-retroviral (ARV) dalam jangka pendek, biasanya angka penularan HIV bisa menurun secara signifikan. Perawatan jenis ini tersedia bebas biaya alias gratis di klinik dan rumah sakit pemerintah.

  1. Pengidap HIV masih bisa berumur panjang

Meskipun anda mengidap HIV, hidup Anda tidak akan hancur dan berakhir begitu saja. Sekalipun hingga saat ini masih belum ada obat untuk menyembuhkan HIV atau vaksin untuk HIV/AIDS. Namun penggunaan anti-retroviral therapy (ART) bisa membantu anda yang positif HIV bisa menjalani hidup lebih lama dan mengurangi rasa sakit akibat HIVt. Selain itu, penggunaan ART dikonfirmasi dapat mencegah penularan HIV lebih lanjut. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here