Hal yang Harus Diperhatikan saat Berjemur Dibawah Sinar Matahari

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi orang Indonesia, berjemur bukanlah hal yang lumrah bahkan cenderung dihindari. Padahal matahari merupakan sumber vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Karena kulit kita akan memproduksi vitamin D saat terpapar sinar matahari.

Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan, terutama kesehatan tulang. Vitamin yang sering kali disebut dengan vitamin matahari ini berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, menjaga kadar kalsium dan fosfor untuk tetap normal, meningkatkan pertumbuhan sel tulang dan meringankan peradangan ketika terjadi infeksi di dalam tubuh. Namun jika anda ingin berjemur, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, yaitu:

  1. Waktu berjemur. Waktu terbaik untuk berjemur adalah pada pukul 09.00 WIB hingga sebelum pukul 12.00 WIB. Atau mulai pukul 16.00 WIB hingga matahari terbenam. Selain pada waktu tersebut, matahari memancarkan sinar ultraviolet yang bersifat karsinogen, atau bisa menyebabkan kanker kulit. Lama berjemur cukup 5-10 menit, sebelum terasa sunburn di kulit. Semakin putih warna kulit maka dibutuhkan waktu berjemur yang semakin singkat (5-10 menit). Semakin gelap warna kulit maka memerlukan waktu yang lebih lama (sampai hanya 15 menit), tidak lebih.
  2. Jika berjemur terlalu lama dan mengalami tanda-tanda sunburn, segera olesi dengan lidah buaya. Sedangkan dimalam hari olesi kulit dengan Virgin Coconut Oil.
  3. Sunblock. Mengoleskan sunblock ke tubuh adalah hal yang penting sebelum berjemur. Hal ini berguna untuk menghindari kulit terpapar langsung sinar matahari. Mengoleskan sunblock juga berfungsi agar kulit yang tersentuh cahaya matahari memiliki warna yang merata. Anda juga perlu untuk menjaga kelembapan kulit sebelum berjemur. Anda bisa menggunakan pelembab untuk membantu menjaga kulit agar tidak kering dan rusak.
  4. Untuk mendapatkan vitamin D yang cukup disarankan tangan dan kaki terpapar sinar matahari, minimal 1/3 bagian tubuh dan kulit.
  5. Pilih busana yang nyaman. Lebih baik pilih bahan katun yang mudah menyerap keringat, karena ketika berada di bawah matahari, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat. Jadi, dengan pemilihan bahan yang tepat, tubuh akan merasa nyaman. Bila memungkinkan, kamu dapat menggunakan busana yang bisa menutupi daerah tangan dan kakimu agar tidak terbakar. Hindari penggunaan busana warna hitam yang lebih menyerap panas, karena akan membuat tubuh terasa semakin panas.
  6. Penuhi kebutuhan vitamin E. Sebelum berjemur, usahakanlah untuk memenuhi kebutuhan vitamin E bagi tubuh. Vitamin E berguna untuk mencegah penuaan dini dan munculnya keriput dan membuat kulit  terasa halus. Kandungan antioksidan dalam vitamin E dapat membantu mengurangi efek berbahaya sinar matahari pada kulit. Antioksidan juga penting untuk mengurangi risiko kanker kulit.
  7. Bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, berjemur bisa menimbulkan efek samping yang kurang menyenangkan. Jika demikian, hindari berjemur hingga tidak lagi mengonsumsi obat-obatan tersebut. (KKM)

Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here