Hamil Anggur, Dan Yang Paling Beresiko

Mungkin Anda pernah mendengar istilah hamil anggur dan juga mungkin anda merasa bingung sebenarnya apa hamil anggur itu. Hamil anggur terjadi ketika sel telur yang dibuahi sperma tidak berkembang menjadi janin sebagaimana mestinya. Hamil anggur  atau istilah medisnya mola hydatidiformis, adalah pertumbuhan jaringan hasil pembuahan yang tidak normal di dalam rahim tanpa disertai adanya janin. Hamil anggur bisa dikatakan juga sebagai tumor jinak karena terjadinya kegagalan pada proses perkembangan janin. Jika dibiarkan, tumor jinak ini bisa berubah menjadi tumor yang ganas.

Siapa yang lebih berisiko?

Hamil anggur lebih berisiko dialami oleh:

  • Wanita yang hamil dibawah umur 20 tahun
  • Wanita yang hamil melebihi usia 34 tahun
  • Wanita yang sudah memiliki anak lebih dari 3
  • Wanita yang pernah mengalami hamil anggur sebelumnya

Hamil anggur terjadi ketika 1 sel sperma membuahi sel ovum yang tidak memiliki materi genetik (kromosom). Pada sebagian besar kasus, hal ini menyebabkan kegagalan terbentuknya embrio dan hasil pembuahan akan luruh keluar (keguguran spontan). Namun pada sebagian wanita, hasil pembuahan akan terus bertahan dan menempel di dinding rahim, tanpa embrio, namun hanya berisi sel-sel trofoblas. Sel-sel ini berkembang pesat diikuti dengan pembentukan plasenta dan produksi hormon hCG yang berlebih, sehingga ibu mengira dirinya masih dalam keadaan hamil.

Di sisi lain, 2 sperma bisa membuahi 1 sel telur normal, sehingga terjadi penumpukan terlalu banyak materi genetik. Embrio berkembang untuk waktu yang singkat, namun akan tertekan dan mati karena perkembangan sel trofoblas yang lebih pesat. Tanda-tandanya juga menyerupai kehamilan normal, sebab produksi hormon hCG terus berlangsung. Jumlah hormon hCG pada hamil anggur sangat tinggi jika dibandingkan kehamilan biasa, dan merupakan indikator pertama adanya kehamilan anggur sebelum USG dan pemeriksaan jaringan dilakukan.

Hamil anggur umumnya membuat seorang wanita mengalami mual dan muntah, rasa nyeri pada payudara, terhentinya menstruasi, dan pembesaran rahim. Namun, pembesaran rahim lebih besar dibandingkan ukuran yang seharusnya untuk usia kehamilan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan jaringan molar yang lebih pesat dibanding janin biasa. Pendarahan pada awal kehamilan juga bisa saja terjadi sehingga sering dikelirukan dengan keguguran. Pada kasus yang jarang, hamil anggur dapat menyebabkan mual dan muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Pemeriksaan tes kehamilan juga memberikan hasil yang positif. Namun yang membedakan adalah, tidak terdapatnya tanda-tanda gerakan janin, rahim tampak lebih besar dari usia kehamilan sebenarnya, dan keluarnya gelembung cairan yang mirip buah anggur disertai dengan perdarahan melalui vagina.

Hamil anggur sendiri hanya bisa dideteksi melalui USG atau pemeriksaan kadar HCG. Wanita yang mengalami hamil anggur harus menjalani prosedur baik dengan kuret, suction, maupun operasi jika diperlukan. Setelah itu, karena sebagian kecil mola hidatidiformis dapat berkembang menjadi keganasan kanker yang timbul dari jaringan sel trofoblas, maka dokter akan meminta Anda untuk kontrol rutin selama beberapa waktu, dengan tujuan memastikan jaringan molar tidak berubah menjadi ganas.

 *pic rs.sejahterabhakti.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here