Hati-hati Asam Lambung Dapat Menyebabkan Bayi Muntah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi bayi adanya masalah kesehatan sekecil apa pun bisa memicu kekhawatiran. Gangguan kesehatan itu misalnya bayi sering muntah. Cermati kemungkinan hal tersebut sebagai gejala gangguan asam lambung.

Bayi yang sering mengalami muntah merupakan salah satu hal yang biasa, terutama setelah menyusu atau makan. Umunya kondisi seperti ini tidak memerlukan tindakan apa-apa. Namun, apabila bayi muntah diiringi dengan rewel atau tangisan, mengalami gangguan pertumbuhan atau sulit untuk bernapas setelah muntah, bisa jadi si buah hati mengalami gangguan asam lambung.

Asam Lambung Bisa Sebabkan Bayi Sering Muntah

Bayi sering mengalami muntah, terutama setiap kali habis makan, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bayi memiliki kemungkinan mengalami penyakit gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau  asam lambung.

Lantas, bagaimana proses refluks terjadi? Refluks terjadi ketika lingkaran otot di sekitar esofagus dan perut tidak dapat berfungsi  dengan maksimal, sehingga asam lambung dan makanan yang sudah berada di dalam perut kembali ke kerongkongan.  Biasanya cincin otot yang berfungsi seperti katup pada esofagus bawah bayi belum bisa bekerja dengan sempurna. Kabar baiknya, katup tersebut akan berfungsi sempurna mulai usia 4-5 bulan sampai usia satu tahun. Pada usia tersebut, muntah yang dialami bayi akan berangsur-angsur berhenti

Selain itu, bayi yang mengalami refluks juga bisa karena ukuran perut sangat kecil, sehingga mudah terisi penuh oleh susu atau makanan yang dikonsumsi. Selain bayi akan sering muntah, beberapa gejala lain yang mengiringi penyakit asam lambung, antara lain:

  • Sakit perut.
  • Menangis pada saat atau setelah menyusu atau diberi makan.
  • Bayi sering mengalami batuk yang berlangsung cukup lama.
  • Rasa sakit atau perih akan muncul pada area tenggorokan dan dada, Sehingga membuat bayi akan sering menolak menyusu atau makan.
  • Gangguan pernapasan seperti sering batuk, tersedak, napas berbunyi, hingga pneumonia.
  • Adanya gangguan pada tumbuh kembang bayi, hal ini umunya disebabkan karena bayi tidak cukup memperoleh nutrisi yang dibutuhkan.

Apabila hal tersebut menyerang bayi anda, lebih baik anda segera memeriksakan si buah hati ke dokter. Biasanya dokter akan meminta keterangan dari orang tua serta melihat catatan kesehatan bayi untuk menlakukan diagnosis awal. Namun, meskipun demikian, kemungkinan dokter juga akan melakukan serangkaian tes tambahan untuk memastikan kondisi asam lambung, seperti endoskopi saluran pencernaan atas atau pemeriksaan dengan menggunakan sinar X disertai barium swallow.

Selain itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan yang akan mengurangi gas yang berada di dalam perut, sekaligus obat untuk menurunkan kadar asam lambung. Namun, para peneliti tidak yakin akan manfaat dan keefektifan obat penurun asam lambung mampu mengurangi terjadinya refluks pada bayi. Perlu diwaspadai pemberian obat-obatan pada bayi harus sangat hati-hati, sebab ada kemungkinan akan menimbulkan efek samping.

Pada tindakan lebih lanjut untuk menangani asam lambung pada bayi,dokter bisa melakukan tindakan operasi. Prosedur ini tergolong efektif namun jarang dilakukan oleh dokter, karena mempertimbangkan risikonya terhadap bayi.

Untuk membantu menangani bayi anda yang sering mengalami muntah karena mengalami asam lambung, ada baiknya anda mencoba beberapa hal yang dapat membantu bayi merasa nyaman. Seperti, memberi tambahan bantal tepat di bagian kepala bayi  dan menyesuaikan jadwal menyusui dan makan. Selain itu, Anda juga dapat menggendong bayi dalam posisi tegak sekira 30 menit setelah menyusu atau makan. Pastikan tidak ada tekanan yang berlebihan di sekitar perut bayi selama menggendong bayi. Anda juga bisa mengupayakan agar bayi bisa bersendawa setiap selesai menyusu atau makan.

Terakhir, apabila bayi sering mengalami muntah sebaiknya dicermati jika terjadi secara berlebihan atau disertai gejala-gejala lainnya. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan tindakan terbaik. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here