Hati hati Bahaya Bakteri Listeria pada Buah Impor

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bakteri Listeria memiliki nama latin Listeria monocytogenes, sedangkan penyakit yang ditimbulkannya disebut sebagai listeriosis. Listeriosis adalah penyakit yang disebabkan karena memakan makanan yang terkontaminasi bakteri yang disebut Listeria monocytogenes. Penyakit ini jarang terjadi tapi bisa mematikan jika menyebabkan septikemia (keracunan darah) atau meningitis (radang selaput otak). Listeria banyak ditemukan di tanah air dan vegetasi dan bisa dibawa oleh binatang peliharaan dan binatang liar.

Produk buah dan sayur bisa terkontaminasi di manapun sepanjang rantai produksi pangan mulai dari penanaman, panen, pengemasan, distribusi, persiapan maupun penyajian. Bakteri ini bisa bertahan hingga 84 hari di beberapa tanah tertentu. Hujan lebat bisa memicu listeria dari tanah naik ke permukaan atau ke kulit tumbuhan, terlebih yang tumbuh rendah ke tanah seperti semangka. Kontaminasi bakteri Listeria juga bisa terjadi di restoran dan dapur rumah. Bakteri Listeria bisa bertahan dalam lemari pendingin, bahkan dibekukan. Ini sebabnya orang yang memiliki risiko besar terkena infeksi harus menghindari segala jenis makanan yang mengandung bakteri ini.

Seseorang yang terinfeksi Listeria monocytogenes umumnya mengalami demam, mual, diare dan nyeri otot. Gejala bisa baru terjadi 1 hingga 3 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan dapat berlangsung hingga infeksi berakhir. Pada beberapa kasus, Listeria monocytogenes juga dapat menginfeksi organ selain usus. Kondisi ini merupakan infeksi lanjutan yang dapat ditandai dengan gejala lebih parah seperti, sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kejang, penurunan kesadaran dan kehilangan keseimbangan atau sulit berjalan.

Komplikasi lanjutan seperti meningitis, infeksi pada katup jantung (endokarditis), hingga keracunan darah (sepsis) juga bisa terjadi. Kondisi inilah yang menyebabkan listeriosis dianggap berbahaya. Bila mengalami satu atau lebih gejala di atas, segeralah pergi ke rumah sakit. Penanganan dengan antibiotik umumnya menjadi pilihan cara mengatasi kondisi ini.

Pengobatan infeksi listeria sebenarnya bervariasi, tergantung pada gejala yang timbul. Umumnya penderita listeriosis membutuhkan perawatan medis. Dokter akan memberi pengobatan antibiotik untuk melawan bakteri listeria. Khusus bagi bayi yang baru lahir, kemungkinan dokter akan memberikan kombinasi beberapa jenis antibiotik, dengan dosis yang disesuaikan. Untuk mencegah infeksi bakteri listeria, Kementrian Kesehatan memberikan beberapa langkah antisipasi berikut ini:

  1. Bilas bahan mentah dengan air mengalir, termasuk mencuci buah dan sayur sebelum dimakan, dipotong atau dimasak. Bahkan buah yang dikupas, tetap harus dicuci terlebih dahulu.
  2. Menggosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun, dengan menggunakan sikat bersih sebelum disimpan dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas.
  3. Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang dan makanan siap-saji.
  4. Cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong, yang telah digunakan untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan pada produk makanan lainnya.
  5. Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan. (KKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here